Saturday, 22 September, 2018 - 15:07

Pembunuhan di Luwuk, Dua Anak Divonis 5 Tahun 6 Bulan

Palu, Metrosulawesi.com - Pengadilan Negeri Palu menjatuhkan putusan terhadap dua anak yang terlibat pembunuhan, yakni terdakwa berinisial AB (16) dan terdakwa berinisial HP (17) dengan pidana penjara masing-masing selama 5 tahun 6 bulan.

Putusan itu dibacakan oleh hakim tunggal, Aisa H Mahmud dalam sidang terbuka untuk umum di ruangan sidang anak Pengadilan Negeri Palu, Jumat, 5 Januari 2018.

Aisa H Mahmud dalam putusannya, mengatakan, terdakwa AB dan terdakwa HP terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, yakni Nurcholis Saputra Dayanun (korban), warga Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai pada Agustus 2017.

Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHP Jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Sehingga, Majelis Hakim menjatuhkan putusan dengan pidana penjara masing-masing 5 tahun 6 bulan.

Putusan Majelis Hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut kedua terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan.

"Barang bukti berupa, baju kaos oblong, celana jeans, parang, tetap dilampirkan dan dikembalikan kepada JPU untuk perkara lain," ujarnya.

Dalam persidangan, kedua terdakwa anak itu didampingi oleh Marni Masyita selaku kuasa hukum dan didampingi oleh perwakilan Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Sulteng serta orangtua kedua terdakwa.

Usai membacakan putusan, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada JPU maupun dan kuasa hukum terdakwa menyatakan sikap terkait putusan tersebut. Sesuai undang-undang, kedua pihak diberi kesempatan selama 7 hari menyatakan sikap menerima atau mengajukan upaya hukum banding atas putusan tersebut.

Diketahui, bahwa dalam dakwaan JPU menyebutkan, perkara ini berawal dari percekcokan antara korban Nurkholis dengan Anjas, lalu kemudian menghubungi Halini salah satu terdakwa. Kemudian terdakwa Halini bersama terdakwa lainya mencari korban. Setelah ketemu dengan korban, terdakwa bersama rekannya mengeroyok korban.

Selanjutnya, korban dibawa ke kantor polisi untuk diserahkan. Tetapi para terdakwa tak menemukan petugas. Olehnya, para terdakwa lalu membawa korban ke sekretariat tempat para terdakwa berkumpul. Para terdakwa termasuk anak-anak dibawah umur ikut mengeroyok korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Salah satu pelaku yang masih di bawah umur masuk daftar pencarian orang (DPO) karena melarikan diri, yakni berinisial LAO (16).  Sedangkan, para pelaku dewasa dalam perkara ini belum dilimpahkan ke Pengadilan, yakni Halini Haluma, Boy Afriadi, Muh Rifki Rusdin, Adman Sumule dan Aditya Valentino.
 

Editor : Syamsu Rizal