Friday, 21 September, 2018 - 09:40

Pembunuhan di Morut, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

KONFERENSI PERS - Kapolres Morowali menggelar konferensi pers di ruang rapat Kapolres Morowali, Sabtu 3 Februari 2018. (Foto: Alekson Waeo/ Metrosulawesi)

Morut, Metrosulawesi.com - Polres Morowali masih terus mendalami motif pembunuhan terhadap Megawati Sabola (35) warga Jalan Kuda Laut Kelurahan Bahoue Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara. Polisi telah menetapkan satu tersangka dalam kasus pembunuhan sadis ini.

“Masih terus mendalami kasus ini, apa benar pelaku tunggal dan motifnya hanya melakukan pencurian,” kata Kapolres Morowali AKBP Edwad Inharmawan saat menggelar konferensi pers di ruang rapat Kapolres Morowali, Sabtu 3 Februari 2018.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi Kamis 25 Januari 2018 sekitar pukul 08.06 Wita. Pelaku berinisial MA (28) ditangkap Sabtu 27 Januari sekitar pukul 14.15 Wita oleh Unit Buru Sergap (Buser) Polres Morowali. Pria berinisial MA (28) ditangkap di tempat kerjanya di PT COR Industri Indonesia. Saat ini, MA diamankan di Polres Morowali.

Kasus ini terungkap, juga berkat petunjuk istri pelaku yang menemukan darah segar di baju dan celana pelaku. Sehingga dilaporkan kepada pihak berwajib.

Kapolres menyampaikan pihaknya berhasil mengungkap pelaku berkat kerja sama sejumlah pihak yang memberikan informasi.

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka mengaku sudah lebih awal masuk ke dalam rumah untuk melakukan pencurian. Tapi, karena tepergok oleh korban Megawati Sabola, pemilik rumah yang pulang dari pasar, pelaku menyerang korban dengan beberapa pukulan.

Korban terjatuh dan melukai leher korban dengan pisau cutter. Piusau itu dibuang pelaku di sungai di bawah jembatan Desa Ganda-Ganda yang sampai saat ini belum ditemukan.

Kapolres menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan noda darah di baju dan celana pelaku. Hasilnya, identik dengan darah korban.

Kapolres yang didampingi Kapolsek Petasia IPTU Massara mengatakan, masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah pelaku tunggal dan motifnya hanya melakukan pencurian.

Akibat perbuatan pelaku dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. Namun, jika hasil penyelidikan ternyata dilakukan berencana  bisa jadi dijerat seumur hidup.


Editor: Syamsu Rizal