Saturday, 25 November, 2017 - 04:29

Pemda Menunggak Jamkesda Hingga Rp5 Miliar, RS Mokopido Stop Layani Pasien Miskin

ILUSTRASI - Rumah sakit tolak pasien miskin. (Grafis : Metrosulawesi/Agung Rifai)

Tolitoli, Metrosulawesi.com – RSUD Mokopido terpaksa menghentikan pelayanan kesehatan terhadap pasien miskin pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM). Ini dilakukan menyusul membengkaknya tunggakan yang belum dibayarkan Pemda kepada rumah sakit itu mencapai Rp 5 miliar.

Penghetian pelayanan kesehatan kepada orang miskin itu dilakukan terhitung sejak Kamis 21 April 2016.

Pelaksana tugas Kepala RSUD Mokopido Tolitoli, Ridwan Talabudin, yang dikonfirmasi membenarkan adanya penghentian pelayanan kesehatan terhadap warga miskin tersebut.

“Saya telah melayangkan surat nomor: 000/214/RSUD yang berisi penyampaian kepada seluruh stakeholder tentang penghentian sementara pelayanan pasien yang mengunakan SKTM,” katanya kepada Metrosulawesi, Jumat (22/4/2016).

Ridwan mengatakan, dalam surat yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan Tolitoli, pihaknya meminta status dasar hukum yang bisa dijadikan dasar untuk menagih hutang Pemda di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPAKD) Tolitoli.

“Iya benar dalam surat itu kami meminta kejelasan dasar hukum kami untuk menagih di Dinas Keuangan. Sebab kami tidak bisa menagih karena tidak ada dasarnya untuk menagih uang jaminan SKTM,” jelas Ridwan.

Ditanya soal besaran hutang Jamkesda yang belum dibayarkan, Ridwan mengatakan, jumlahnya berkisar Rp5 miliar. Rinciannya, sisa utang yang belum dibayarkan pada tahun 2015 sebesar miliar lebih, dan tahun ini terhitung dari bulan Januari hingga Maret sebesar Rp800 juta lebih. Termasuk tagihan di bulan April yang sementara berjalan juga belum dibayarkan.

“Sebenarnya hutang jaminan SKTM untuk tahun 2015 masih ada sebesar Rp4 miliar lebih itu belum sama sekali dibayar. Di tahun ini bertambah lagi terhitung dari bulan Januari sampai Maret saja sudah Rp800 juta, belum kami hitung yang bulan April ini,” pungkasnya.

Ia mengaku kebingungan. Pasalnya pihaknya telah berkali-kali melakukan kordinasi hingga ke Plt Sekdakab Tolitoli, Mukadis, guna membahas dan meminta kejelasan soal realisasi hutang SKTM , akan tetapi tidak menemukan jalan keluar.

Menurut Ridwan, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk pembelian obat-obatan dan juga untuk biaya operasional, baik pembayaran honor para medis, cleaning service serta keperluan rutin lainnya. 

Ia menjelaskan, selama ini pihaknya telah melayani ribuan pasien yang menggunakan SKTM tanpa dibayar.  Mereka diberikan pelayanan ekstra seperti pasien umum lainnya tanpa pandang bulu.

“Meski sisa piutang kami belum dibayar di tahun 2015,  tapi terhitung Januari hingga April ini, iktikad baik kami masih menerima dan melayani ribuan pasien SKTM, mulai dari penyakit biasa hingga ke tindakan operasi. Jadi kurang baik apa. Kami sudah memberikan pelayanan yang terbaik. Jadi sementara kami hentikan dulu pelayanan SKTM sebab siapa yang mau bayar obat-obatannya,” ujarnya.

Pihaknya berharap kepada Pemerintah setempat untuk segera menyelesaikan persoalan hutang Jamkesda SKTM agar pelayanan pasien SKTM kembali dibuka.
 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.