Saturday, 18 November, 2017 - 07:06

Pemda Poso Diminta Transparan Kelola ADD

Suprapto Dg Situru. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Belum cairnya dana desa tahap II tahun 2016 di 26 Desa di Kabupaten Poso, mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Suprapto Dg Situru. Dia meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Poso agar menjelaskan alasan tidak cairnya dana desa tersebut kepada masyarakat.

Kepada Metrosulawesi, belum lama ini, Suparapto mendesak Pemda Poso agar terbuka soal belum cairnya dana desa tersebut. Menurutnya, pasti ada alasan kuat sehingga Pemda Poso tidak mencairkan hak 26 desa itu.

Dirinya mengkhawatirkan, 26 desa tersebut tidak bisa menerima hak mereka mengingat saat ini sudah masuk bulan Maret 2017. Dan belum cairnya dana desa itu pasti mengganggu kegiatan pemerintahan serta pembangunan di 26 desa.

“Dana desa itu fungsinya untuk mempercepat proses pembangunan di desa, jangan sampai kegiatan di desa tidak dapat dijalankan gara-gara anggarannya tidak cair. Jadi perlu penjelasan dari Pemda Poso kenapa dana itu tidak cair sementara tahun anggaran 2016 sudah selesai,” kata Suparapto.

Lanjutnya, Pemda Poso wajib menjelaskan ke publik penyebab tidak cairnya dana desa tersebut. Karena yang namanya dana desa itu untuk kesejahteraan desa.

Dirinya sangat menyayangkan dana yang berfungi untuk pembangunan desa, kesejahteraan desa dan penunjang administrasi desa sampai saat ini belum berada ditangan pemerintah desa, padahal sudah ditegaskan dalam aturan bahwa dana desa tidak bisa berlama-lama direkening kas daerah.

Sebelumnya, Ketua DPRD Poso, Elen Pelealu, menerima surat permohonan dengar pendapat mengenai belum cairnya dana desa dari tiga Kepala Desa (Kades), yakni Kades Toyado, Kades Tuare dan Kades Toini.

Dalam permintaan dengar pendapat, Kades itu meminta agar DPRD juga mengundang Sekretaris Daerah Poso, Kajari Poso, Kapolres Poso, Inspektorat Poso, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Poso.

Harapan para Kades itu agar dicarikan jalan keluar atas belum cairnya dana desa mereka. Mengingat banyak kegiatan yang segera dibiayai, sehingga kepastian dana desa mereka sangat diharapkan.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait