Saturday, 18 August, 2018 - 03:15

Pemeran “Kaili” Protes tak Digaji

TAK DIGAJI - Para pemain dan produser saat launching Film Kaili di Palu Grand Mall beberapa waktu lalu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Keberhasilan film “Kaili” dilayar lebar Studio XXI ternyata menyisakan setumpuk permasalahan bagi pemainnya. Hingga kini, para pemeran film ini tak menerima honor dari pihak PT Andi Mattuju, perusahaan produksi film Kaili.

Salah satu pemain “Kaili”, Rio mengungkapkan dirinya merasa tertipu akan kontrak yang ditandatanganinya, dan hingga kini kontrak tersebut juga tidak pernah dipegangnya.

“Dalam kontrak hanya dijelaskan bahwa masalah honorarium diatur dalam lampiran kontrak lainnya. Nah, hingga kini, lampiran itu tidak pernah diperlihatkan kepada kami,” kata Rio saat ditemui Metrosulawesi, Kamis, 21 Desember 2017.

Rio mengungkapkan mediasi terkait hal ini dengan pihak manajemen PT Andi Mattuju telah dua kali dilaksanakan.

“Terakhir tanggal 17 kemarin. Di situ kembali kami pertanyakan terkait honor. Waktu itu Andi Syawal Mattuju mengatakan bahwa pihaknya mengalami kerugian dalam produksi Film Kaili, bahkan Andi katakan, dirinya nombok Rp300 juta untuk biaya produksi. Oleh karena itu honor pemain tidak dibayar,” katanya.

“Selain itu, Andi Mattuju juga mengatakan ke kami, kalau kami menuntut honor, maka akan didenda oleh perusahaannya 10 kali lipat dari gaji. Nah, kami minta lampiran kontrak honorarium kami, tidak diperlihatkan, bahkan sampai sekarang tidak ada sama kami,” katanya.

Rio mengaku heran karena menjadi rahasia umum, bahwa produksi Film Kaili banyak mendapat bantuan sponsor.

“Kenapa Andi Mattuju harus nombok lagi Rp300 juta. Sponsor film ini bahkan ada salah satu BUMN di Sulteng sumbang hingga Rp500 juta,” katanya.

Rio mengatakan dirinya hanya menuntut apa yang menjadi haknya.

“Kami hanya menuntut hak kami. Itu saja. Karena di dalam kontrak ada. Saya harus meninggalkan pekerjaan saya diluar hanya untuk pengambilan beberapa scene di Film Kaili ini, dan jasa ini yang seharusnya dibayar oleh pihak Andi Mattuju,” katanya.

Menanggapi hal ini, Produser Film Kaili sekaligus pemilik PT Andi Mattuju, Andi Syawal Mattuju melalui ponselnya mengatakan bahwa terjadi kesalahpahaman pihaknya dengan para pemain Film Kaili.

“Kami sudah melakukan mediasi dan meluruskan kesalah-pahaman. Mungkin ada yang beberapa kecewa dengan masalah honor, karena kurang mengerti tentang penyisihan dari hasil penjualan, isi kontrak dan program kerja jangka panjang,” katanya.

Menurutnya, adapun yang kecewa itu hanya sebagian kecil dan yang bermain sebagai figuran.

“Sedangkan untuk pemeran utama dan pemeran penting lainnya yang lebih paham tentang proses produksi, saat ini sedang bersiap untuk program kami selanjutnya,” katanya.

Andi menduga ada provokasi sehingga masalah ini terjadi.

“Ini jadi pembelajaran kami untuk lebih selektif,” katanya.

Ditanya apakah ada kontrak honorarium dengan para pemain, dan apakah para pemain telah melihat kontrak kerja tersebut? Andi Mattuju mengaku dalam kontrak ada mengatur tentang honorarium pemain. Namun honorarium diatur nantinya berdasarkan hasil penjualan setelah BEP (Break Even Point).

“Hanya penjualan Kaili, jauh panggang dari api. BEP sangat jauh,” katanya.

Selain itu, kata dia, teman-teman pemain berpotensi dikenakan sanksi 10 kali lipat dari honor, mengingat seluruh pemain melanggar pasal dalam kontrak.

“Hanya saja kami tekankan, kami lebih memilih membimbing mereka untuk bisa lebih baik kedepannya,” katanya.

Ditanya soal pelanggaran para pemain tersebut, Andi Mattuju enggan berkomentar.

“Mediasi kami dengan para pemain bersifat rahasia, dan semua pembicaraan internal bersifat rahasia. Saat ada nilai keluar, maka akan ada denda yang keluar. Kami tidak mau itu terjadi, karena akan memberatkan mereka,” katanya.


Editor : Udin Salim

Tags: