Monday, 18 June, 2018 - 19:47

Pemilik PLTU Mpanau Akan Disanksi Adat

Palu, Metrosulawesi- Pemerintah Kecamatan Tawaeli dan lembaga adat di Keluharan Mpanau mengadakan pertemuan terkait keberadaan PLTU Mpanau yang belakangan ini menuai kecaman dari masyarakat akibat limbah fly ash yang dibuang disekitar pemukiman warga.

Dalam rapat bersama itu, sanksi adat akan dijatuhkan kepada Albert Wu selaku Direktur Utama (Dirut) PT PJPP sekaligus pemilik PLTU Mpanau. Dalam rapat itu terungkap bahwa Albert Wu diduga secara sengaja tidak mengurus izin pengelolaan limbah yang dihasilkan oleh PLTU Mpanau semenjak PLTU Mpanau dibangun, akibatnya lingkungan diseputaran PLTU Mpanau tercemar.

Camat Tawaeli Zulkifli, kepada Metrosulawesi Selasa 30 Januari 2018 mengatakan, membenarkan kurang lebih 10 tahun keberadaan PLTU Mpanau, izin pengelolaan limbahnya baru diurus tahun 2017 lalu. Selama ini ternyata ada dugaan kesengajaan Albert Wu tidak mengurusnya.

Seharusnya izin pengelolaan limbah PLTU diurus bersamaan dengan pembangunan PLTU. Izin pengelolaan limbah yang dimaksud yakni pembangunan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) limbah PLTU.

“Karena tidak ada TPS/TPA sehingga PLTU membuang limbah yang dihasilkan diseputaran PLTU saja, dimana sekarang limbah itu sudah menjurus ke pemukiman warga,” ujar Zulkifli.

Zulkifli membenarkan bahwa dewan adat kelurahan Mpanau akan menjatuhkan sanksi kepada Alber Wu. Apa yang menjadi sanksinya belum diketahui, karena dewan adat Kelurahan Mpanau segera menggelar pertemuan lanjutan dalam waktu dekat.

“Sesuai pertemuan dengan dewan adat Senin 29 Januari 2018 malam, sanksi adat bakal dijatuhkan kepada Albert Wu. Untuk jenis sanksinya diserahkan penuh kepada dewan adat,” tegas Zulkifli.

Melihat kondisi dilapangan saat ini dan sikap Albert Wu yang diduga sengaja tidak mengurus izin pengelolaan limbah selama 10 tahun semenjak PLTU ada, itu termasuk pelanggaran adat cukup besar. 

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu warga di Kecamatan Tawaeli melakukan demonstrasi dan blokade ke PLTU Mpanau gara-gara limbah fly ash yang sudah menggunung dan menjurus kepermukiman warga serta membahayakan kesehatan warga.

Demonstrasi warga sebagai wujud luapan kekesalan yang sudah terpendam bertahun-tahun. Dengan akan dijatuhkan sanksi adat kepada Albert Wu, harapannya persoalan di PLTU Mpanau secapatnya berakhir dan pengelolaan limbah yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan standar baku yang ditetapkan dalam perundang-undangan.(el)