Saturday, 25 November, 2017 - 11:33

Pemkab Balut Bahas Pembebasan Lahan Bandara

RAPAT - Bupati Balut Drs H Wenny Bukamo saat memberikan arahan dan masukan terkait pembebasan lahan bandar udara yang ada di Desa Kendek Kecamatan Banggai Utara, Senin 13 November 2017. (Foto : Bag. Humas & Protokol Pemkab Balut)

Balut, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai Laut (Balut) menggelar pertemuan membahas pembebasan lahan bandar udara di Ruang Rapat Kantor Bupati Balut, Senin 13 November 2017. Pertemuan ini menindaklanjuti sosialisasi terkait pembebasan lahan bandara yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Banggai Laut dengan pemilik lahan yakni masyarakat Desa Kendek Kecamatan Banggai Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banggai Laut Drs. H Wenny Bukamo, mengatakan sangatlah penting sosialisasi dilaksanakan dalan proses pembebasan lahan. Karena memang di Indonesia masalah pembebasan lahan menimbulkan masalah meskipun itu dalam jumlah yang kecil.

Dirinya pun mengajak kepada semua pihak untuk mensukseskan pembangungan bandara untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Kalau kita melihat di Indonesia ini rata-rata pembebasan lahan menimbulkan masalah walaupun itu kecil. Sehingga memang diperlukan keterlibatan semua pihak untuk mensukseskan hal ini. Karena ini sangat penting untuk ke depannya," jelas Bupati Wenny.

Wenny mencontohkan akan pentingnya suatu bandara pada kemajuan suatu daerah akan datang.

"Di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, ketika bandara dibangun, sektor pariwisata dan perekonomian tumbuh. Dan kondisi di Wakatobi itu hampir sama dengan kita di Banggai Laut,” ujarnya.

Proses pembebasan lahan untuk bandara telah memasuki tahap akhir. Jika sudah tuntas, pemerintah daerah akan membawa sejumlah dokumen ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. (Selengkapnya di edisi cetak Selasa, 14 November 2017)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.