Wednesday, 20 June, 2018 - 17:07

Pemkab Sigi Kelola Lapangan untuk Cegah Konflik

TAPAL BATAS – Bupati Sigi Irwan Lapatta didampingi masyarakat Marawola mengunjungi lokasi tapal batas, Jumat, 8 Juni 2018. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta menggelar pertemuan dengan perwakilan masyarakat dari tiga desa yang pernah bertikai, yakni Binangga, Boya Baliase, dan Baliase.

Pertemuan terbatas bertempat di kantor bupati Sigi di Bora itu, disaksikan Kapolsek Marawola, Danramil  Marawola, Camat Marawola, pihak Kesbangpol Sigi, dan perangkat desa dari ketiga desa tersebut, Jumat 8 Juni 2018.

Dalam arahannya, Bupati Sigi Irwan Lapatta mengatakan pertemuan kali ini dapat dijadikan awal untuk membangun kesepakatan bersama, terkait permasalahan tapal batas ke tiga desa berseteru ini.

Dalam kesempatan ini pula, bupati Sigi memberikan  kesempatan kepada tiga desa agar melakukan melakukan musyawarah terlebih dahulu sehingga kesepakatan diambil bisa diterima bersama.

“Beberapa perwakilan dari sana (Binangga, Boya Baliase, dan Baliase) termasuk Kades, Sekdes, BPD, tokoh pemuda dan masyarakat telah bermusyawarah bersama. Intinya pertemuan ini mereka sendiri memutuskan, dan bukan kami di Pemkab Sigi,” ungkap orang nomor satu di lingkup Pemkab Sigi itu.

Bupati menambahkan, pertemuan kali ini pula menghasilkan beberapa kesepakatan ditandatangani dalam berita acara kesepakatan dari hasil musyawarah intenal masyarakat Marawola.

Keputusan pertama, kata dia, masyarakat desa Binangga dan Boya Baliase (kedua desa) sepakat menyerahkan sepenuhnya pengelolaan lapangan sepak bola (yang menjadi sengketa) kepada Pemkab Sigi.

Keputusan kedua, Pemkab Sigi diminta membangun lapangan sepak bola baru diperuntukkan khusus di Desa Boya Baliase. Keputusan ini pun langsung direspons dengan positif sehingga masyarakat kembali berdamai seperti sedia kala.

“Kemudian setelah menyepakati hasil musyawarah. Maka kami (Pemkab Sigi) bersama yang lain menuju ke lokasi tapal batas di sana untuk pemasangan patok dan penentuan titik koordinat tapal batas,” pungkasnya. 


Editor: Syamsu Rizal