Friday, 22 June, 2018 - 15:11

Pemkot Akan Kembangkan Program Zero Poverty

ILUSTRASI - Salah satu sudut Kota Palu. (Foto : rri.co.id)

Palu, Metrosulawesi.com – Program Zero Poverty yang ditetapkan Pemkot Palu, kedepan akan dikembangkan lagi untuk beberapa sektor lainnya, diantaranya adalah pendidikan dan kesehatan. Sehingga, Zero Poverty tidak hanya program penanggulangan kemiskinan melalui program padat karya semata. 

Demikian disampaikan Praktisi Pemberdayaan Masyarakat Husen Alwi, saat memaparkan konsep pengembangan Kota Palu 2015 Zero Poverty. Pada acara workshop Capaian Palu Zero Poverty 2015 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kota Palu, Kamis (20/8/2015).

“Misalnya untuk bidang pendidikan, kedepan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa mengakses pendidikan. Kalau kesehatan, tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan kesehatan,” ujar Husen.

Untuk itu, yang terpenting adalah bagaimana caranya agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Palu, mampu menterjemahkan ide dan gagasan wali kota dalam bentuk program kegiatan, sehingga dapat langsung dirasakan masyarakat, utamanya dari kalangan masyarakat tidak mampu secara ekonomi.

“Jadi, setiap SKPD harus bisa menerjemahkan gagasan program Zero Poverty sesuai dengan tupoksinya masing-masing,” imbuhnya. 

Ada dua faktor yang bisa menjadi penyebab Zero Poverty gagal, yakni tidak adanya komitmen dan tidak adanya konsisten. Sebab gerakan Zero Poverty sudah pernah di canangkan di Eropa dan gagal karena dua faktor tersebut.

“Jadi untuk mengevaluasi gerakan ini, tinggal dilihat konsisten dan komitmennya, jangan orang yang berhak tidak tersentuh program dan justru yang merasakan orang yang tidak berhak,” kata Husen.

Menurutnya, membantu masyarakat keluar dari kemiskinan harus dilakukan menyeluruh, jangan hanya setengah-setengah. 

“Artinya, jangan kita bantu kemiskinannya saja, sementara pendidikan dan kesehatannya tidak. Harus menyeluruh sehingga betul-betul bisa keluar dari kemiskinannya,” ujar Husen.

Zero Poverty merupakan sebuah gerakan dengan dua programnya yakni Padat Karya dan Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM). Namun, saat ini pemkot akan menambah lagi dengan satu program yakni Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).

“Namun, sebenarnya kemiskinan adalah saat kita tidak mampu mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Sebab, kapan kita mampu mensyukuri nikmat Tuhan, maka hati dan jiwa kita akan besar, sehingga kemiskinan bukanlah penghalang untuk maju,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (BPMD) Kota Palu, Presly Tampubolon mengatakan, KURDA tidak akan diberikan dalam bentuk dana segar, melainkan dalam bentuk barang atau sarana yang dibutuhkan masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi.

“Ibaratnya, kita jangan member ikan, tapi kita harus member kail, sehingga besok-besoknya lagi mereka tetap bisa menggunakannya untuk mencari ikan. Tentunya dengan beberapa syarat yang ditentukan,” katanya.

 

Editor : Joko Santoso