Monday, 23 April, 2018 - 13:31

Pemkot Bantah Kurangi Peserta Padat Karya

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Kota Palu membantah akan mengurangi jumlah peserta padat karya, yang saat ini masih aktif melakukan kegiatan pembersihan di ruang-ruang publik.

Sekretaris Kota Palu, H Aminuddin Atjo, Rabu (4/11/2015) mengatakan, saat ini jumlah peserta padat karya sekitar 5 ribu peserta, tersebar di delapan kecamatan se Kota Palu.

Kemungkinan pemerintah tidak akan melakukan pengurangan terhadap jumlah peserta padat karya. Tetapi hanya akan melakukan penggantian peserta padat karya, katanya.

Pemkot Palu, kata dia, telah memiliki rencana untuk melakukan penggantian peserta padat karya. "Saat ini baru ada rencana akan melakukan penggantian peserta padat karya," katanya.

Penggantian itu dilakukan berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh tim dengan melibatkan SKPD terkait. Bila ditemukan sebagian peserta padat karya telah mapan dari sisi ekonomi, maka akan dilakukan penggantian dengan warga miskin.

"Penggantian dilakukan jika ada peserta padat karya yang telah mapan dari sisi ekonomi," ujarnya.

Ia mengakui, pihaknya telah menerima informasi bahwa sebagian peserta padat karya tidak lagi berstatus sebagai orang miskin atau ekonomi rendah.

Disebutkannya, pemerintah Kota Palu memberikan atau membayar peserta padat karya senilai Rp600 Ribu peserta, yang tugasnya membersihkan sampah dan rumput di ruang-ruang publik.

Lebih lanjut ia menyebut, padat karya bertujuan untuk pengurangan angka kemiskinan Kota Palu.

Anggaran

Sebelumnya diberitakan, anggaran untuk program padat karya dikurangi tahun depan dari sebelumnya Rp 36 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Palu Bey Arifin mengatakan, karena pengurangan anggaran itu, maka jumlah peserta padat karya juga dikurangi sebanyak 1000 orang. “Dari sebelumnya 5000 orang turun menjadi 4000 orang,” katanya.