Monday, 29 May, 2017 - 00:47

Pemkot Palu Akan Bentuk Pansel ASN Guna Mengisi Jabatan Kosong

Plt Sekretaris Kota Palu, Dharma Gunawan. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Pembatalan surat keputusan (SK) Walikota terhadap pengangkatan kurang lebih 200 (bukan seratus seperti diberitakan sebelumnya) pejabat eselon, berdampak pada kekosongan di beberapa jabatan di jajaran Pemerintah Kota Palu. Pemkot akan membentuk panitia seleksi (Pansel) untuk menyeleksi ASN (aparat sipil negera) guna mengisi sejumlah jabatan yang ada.

Plt Sekretaris Kota Palu Dharma Gunawan, mengaku belum mengetahui seperti apa dan kapan pansel lelang jabatan akan dibentuk. Meski demikian, pansel sangat diperlukan sebagai wadah untuk membantu pengambilan keputusan. 

“Panitia seleksi itu mereka punya cara untuk melakukan penilaian,” katanya kepada Metrosulawesi, Rabu (20/4/2016).

Gunawan mengatakan, tidak ada jaminan pejabat yang menduduki jabatan yang dibatalkan itu akan kembali ke posisi jabatan itu. 

“Saya tidak bisa menjamin, yang bersangkutan akan kembali keposisi saat ini atau tidak. Itu semua tergantung dari pansel,” ungkap Gunawan.

Namun demikian katanya, itu bisa saja terjadi, karena Pemkot tetap membuka kesempatan, melalui seleksi jabatan struktural Eselon II. Maka bagi ASN yang memenuhi syarat disilakan untuk mengikuti seleksi jabatan tersebut.

“Jika nanti seleksi, dibuka silakan untuk mengikuti tahapan itu, sepanjang pejabat yang bersangkutan memenuhi syarat,” katanya.

Dia menjelaskan, siapa menduduki apa, semua bergantung pada pansel. Tim ini yang nantinya akan melakukan seleksi terhadap pejabat. Sepanjang untuk mengisi eselon II, maka harus melalui pansel.

“Pansel membantu untuk pengambilan keputusan. Menyeleksi dari sisi kapabilitas dan kapasitas, nilai dan angka ada pada pansel,” kata Gunawan.
 
Meski demikian lanjut Gunawan, dampak dari pembatalan keputusan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Baperjakat. Ini berkenaan dengan implikasi, berbeda jika keputusannya main rombak saja.

“Saya tidak bisa mengukur dampak psikologis semua orang. Yang jelas dampaknya berbeda-beda. Mungkin ada yang berat sekali, atau biasa saja,” ujarnya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.