Sunday, 24 September, 2017 - 09:36

Pemprov Bentuk Timsel Branding Pariwisata Sulteng

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Siti Norma Marjdanu bersama Timsel Branding Pariwisata saat silaturrahmi dengan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Senin, 21 November 2016. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membentuk Tim seleksi (Timsel) Branding Pariwisata Sulteng. Hal ini terungkap saat pertemuan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Siti Norma Marjdanu bersama Timsel Branding Pariwisata dengan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Senin, 21 November 2016.

Kata Norma, Timsel tersebut dibentuk langsung oleh Gubernur Longki yang diketuai Hidayat Lamakarate, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan. Timsel beranggotakan dari berbagai bidang profesi, antara lain akademisi dan pemerhati pariwisata.

"Tujuan pembentukan tim adalah untuk dapat merumuskan filosofi yang akan dimuat dalam branding pariwisata berbentuk tor. Selanjutnya akan disayembarakan kepada khalayak umum untuk desain branding yang tepat sebagai ikon pemasaran parawisata Sulawesi Tengah," ujar Norma.

Gubernur Longki dalam kesempatan itu berpesan agar tim sayembara merumuskan filosofi branding pariwisata dengan khas budaya Sulawesi Tengah.

"Branding pariwisata yang akan disayembarakan harus memiliki daya tarik sesuai ciri khas dari Sulawesi Tengah," kata Longki.

Gubernur bersyukur dengan adanya perbaikan infrastruktur daerah yang dapat menunjang kunjungan wisata di Sulawesi Tengah. Seperti dengan beroperasinya beberapa bandar udara di kabupaten antara lain di Kabupaten Poso, Tojo Unauna, Morowali.

"Kedepan akan dibangun bandar udara di kabupaten Banggai Laut," ungkapnya.

Meski demikian, Longki menegaskan bahwa kedepan perlu ditingkatkan infrastruktur pada lokasi obyek wisata yang ada di Sulawesi Tengah. Hal ini mengingat potensi obyek wisata di daerah itu sangat menjanjikan, khususnya obyek wisata bahari.

"Saya berharap tim seleksi dapat menghasilkan branding yang terbaik sebagai icon parawisata Sulawesi Tengah," tandas Gubernur Longki. (mic)

Longki: Prince John Dive Resort Harus Ditegur

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta Dinas Pariwisata untuk memberikan teguran kepada Prince John Dive Resort yang terletak di kawasan wisata Tanjung Karang Donggala. Diketahui, resort tersebut sangat eksklusif, dengan membatasi pengunjung lokal untuk masuk ke kawasannya, padahal itu bukan area private atau terbatas.

Gubernur Longki mengaku baru tahu soal itu setelah pada Sabtu, 12 November 2016 ia dilarang masuk kawasan itu oleh pengelolanya. Hal ini diungkapkan Longki saat menerima Tim Sayembara Logo Branding Pariwisata Sulteng, Senin, 21 November 2016 di ruang kerjanya di Kantor Gubernur, Jalan Sam Ratulangi, Palu.

“Mestinya ada aturan berapa persen untuk pelancong lokal, berapa persen untuk pelancong asing seperti lazimnya di kawasan wisata. Jangan eksklusif seperti itu. Itu kan bukan daerah private atau daerah terbatas. Saya saja Gubernur mereka larang, bagaimana kalau masyarakat yang lain ya,” tegas Longki menyoal pengelola kawasan ini.

Gubernur meminta agar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng, Norma Mardjanu untuk mengawasi Prince John Dive Resort.

“Kalau misalnya mereka masih seperti itu supaya ditegur. Itu tidak bisa. Kalau tidak mau, ya tutup saja,” tandas dia.

Untuk diketahui, Prince John Dive Resort dimiliki oleh pasangan suami istri Peter dan Maureen Meroniak. Dibuka sejak 1990-an. Sejak dulu, memang ada masalah dengan penduduk lokal. Namun, kemudian dapat diselesaikan. Terlihat penduduk lokal turut mengelola kawasan ini. Bahkan di Resort ini, Padi Dive Center juga membuka tempat training dan penyewaan scuba diving serta pendukungnya.

Cuma anehnya, saat musim pelancong asing tiba, mereka membatasi akses masyarakat lokal. Kejadian itulah dialami oleh Gubernur Longki pekan lalu. (edy***)


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.