Sunday, 22 April, 2018 - 00:47

Pemuda Poso Deklarasikan Posko Menangkan Pancasila

DEKLARASI - Sejumlah pemuda dan pemudi di Poso saat mendeklarasikan posko Pancasila di Jalan Umanasoli, RT 10, Kelurahan Lawangan Tawongan, Kecamatan Poso Kota Utara. (Foto : Ryan Darmawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Sejumlah pemuda dan pemudi baru-baru ini mendeklarasikan posko menangkan Pancasila untuk Kabupaten Poso. Deklarasi tersebut dilakukan sejumlah pemuda ini berkaitan dengan untuk menangkan Pancasila di Sulteng khususnya di Kabupaten Poso untuk kembali ke dasar negara yang telah banyak dilupakan oleh kelompok-kelompok elite yang kurang peduli terhadap persatuan nasional.

Adapun kordinator posko untuk kabupaten yakni Muh Faisal SH, Sekretaris Irfan Renggah SE dan Bendahara Suci Ramadani. Lokasi deklarasi beralamat di Jalan Umanasoli, RT 10, Kelurahan Lawangan Tawongan, Kecamatan Poso Kota Utara yang juga menjadi posko awal dalam memenangkan Pancasila.

Sekretaris Irfan Renggah mengatakan, posko pemenangkan Pancasila hadir sebagai ruang advokasi bersama dalam persoalan-persoalan sektor rakyat yang akan didorong secara bergotong-royong untuk mencari solusi bersama sesuai mandat Pancassila tentang masyarakat adil makmur.

Deklarasi ini dimotori oleh 30 pemuda dan pemudi dari beberapa kecamatan dan desa yang ada di Poso.

“Ke depannya gagasan ini akan didorong hingga membentuk pengurus di tingkat desa, kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Poso,” ucap Irfan Renggah yang juga aktivis ini, Selasa 28 November 2017.

Menurut Irfan, agenda selanjutnya nanti pihaknya pada Kamis 30 November akan melakukan kampanye dalam bentuk aksi untuk mendorong percepatan pembentukan posko-posko di tingkat desa guna menghimpun kepentingan rakyaat dalam manjalankan pancasila seutuhnya.

“Pada dasarnya posko memenangkan pancasila merupakan upaya untuk membumikan nilai-nilai pancasila dan sebagai tempat pengaduan masalah rakyat,” jelasnya.

Irfan menambahkan, posko ini juga di bentuk sebagai merespon atas tindak keadilan di sektor rakyat dan melakukan pendidikan reguler terkait Pancasila.


Editor : Syamsu Rizal