Sunday, 25 June, 2017 - 23:39

Pemutakhiran Data Pemilih Harus Simultan

Muhammad Ramlan Salam. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengalaman pilkada serentak 2015 menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara di Sulawesi Tengah untuk pilkada serentak 2017 di Banggai Kepulauan dan Buol. Salah satu yang perlu diperbaiki adalah soal data pemilih.

Komisioner KPU Sulawesi Tengah Muhammad Ramlan Salam meminta KPU dan pengawas di kabupaten kota memperkuat sinergitas, khususnya dalam hal pemutakhiran data pemilih mulai dari tingkat PPDP.

“Dalam hal pemutakhiran data pemilih dilaksanakan secara simultan (bersamaan), pada saat dilakukan mulai tahapan coklit (pencocokan dan penelitian) di PPDP sampai penetapan DPT, pengawasan juga ada di situ,” kata Ramlan Salam kepada Metrosulawesi, Jumat 9 September 2016.

Pengalaman tahun 2015, kata Ramlan Salam, ada beberapa kejadian dimana koreksi baru dilakukan pada saat penetapan di tingkat kabupaten, bahkan nanti di tingkat provinsi. Padahal, perbaikan data pemilih seharusnya dilakukan sejak tahapan berjalan di semua tingkatan.

“Kalau ada data pemilih yang bermasalah di tingkat desa/ kelurahan, selesaikan pada tingkat PPS. Jangan tunggu sampai tingkat kabupaten atau provinsi baru diungkap dan dikoreksi,” kata Ramlan Salam yang Divisi Perencanaan dan Data KPU Sulteng.

Karena itu, harus simultan antara jajaran KPU dan Panawas dalam tahapan pemutakhiran data pemilih di semua tingkatan. Hal ini, kata dia tentu dibutuhkan pengetahuan oleh penyelenggara tentang pemutakhiran data pemilih.

“Dengan begitu maka pilkada bisa sukses. Dan, kesuksesan pilkada bukan milik KPU saja tapi Panwas juga karena kita sama-sama penyelenggara. Begitu juga peran serta pasangan calon, parpol dan pemerintah daerah. Mari kita bersama-sama menyukseskan pilkada di Buol dan Bangkep,” harap Ramlan Salam yang juga dosen senior di Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Sinergitas antara KPU dan Panwas di kabupaten kota juga bisa diwujudkan dalam hal bimbingan teknis bersama. Dua lembaga ini bisa menggelar bimtek bersama sehingga akan melahirkan kesepahaman.

“Seperti pada saat kami dari KPU provinsi melakukan supervisi dan bimtek pemutakhiran data pemilih di Bangkep dan Buol, akhir Agustus lalu. Saya minta dihadirkan juga Panwascam,” ujar Ramlan.

Sementara itu, Kamis 8 September 2016, malam, sebanyak enam orang Panwascam dari Buol dan Bangkep diberikan materi tentang mekanisme dan prosedur pemutakhiran data pemilih dan pencalonan. Ramlan Salam salah satu pembicara dalam pertemuan yang digelar di Kantor Bawaslu Sulawesi Tengah Jalan Soegiono, Palu itu.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.