Saturday, 22 September, 2018 - 09:14

Penasehat LS-ADI Dilaporkan ke Polisi

Korban penyekapan dan penganiayaan saat melapor ke Polda Sulteng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Dewan Penasehat Lembaga Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), Moh. Sadik Al Habsy dilaporkan ke SPKT Polda Sulteng dengan no laporan polisi: LP/452/IX/2018/SULTENG/SPKT pada Jumat, 7 September 2018.

Moh Sadik Al Habsy dilaporkan oleh tiga orang mahasiswa asal Maluku Utara yang menjadi korban dugaan kasus penculikan, penyekapan dan penganiayaan, yang dialamai oleh ketiga mahasiswa itu.

Informasi yang dihimpun, ketiga mahasiswa yang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Palu itu diduga menjadi korban tindak kriminal, yang diduga dilakukan oleh Moh Sadik Al Habsy, yang diketahui merupakan dewan penasehat sebuah lembaga swadaya masyarakat.

Menurut Fauzan, salah satu korban penculikan, penyekapan dan penganiayaan, dalam siaran persnya menjelaskan bahwa dirinya bersama korban Reza dijemput oleh pelaku Moh. Sadik Al Habsy di asrama Maluku Utara di Jalan Selar, Rabu, 5 september 2018, sekitar pukul 17.30 wita. Saat itu pelaku menjemput korban dengan alasan menyelesaikan masalah kasus pencurian laptop yang diduga dicuri oleh ketiga korban. Namun saat itu korban dibawa oleh pelaku ke Desa Beka Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, dan kemudian dilakukan penganiayaan dan penyekapan terhadap ketiga korban selama tiga hari tiga malam.

Beruntung korban berhasil melarikan diri dari lokasi penyekapan, dengan menumpang sebuah truck, dan langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Visum pun telah dilakukan terhadap para korban.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Heri Murwono saat di konfirmasi melalui ponselnya, Minggu, 9 September 2018 membenarkan hal tersebut, dan menyerahkan penyelidikan kasus tersebut kepada pihak penyidik.

"Iya, kita biarkan dulu pihak penyidik melakukan tugasnya," ucapnya.

Informasinya, hari ini (Senin 10 September 2018_Red) rencananya ketiga korban penculikan dan penganiayaan tersebut diperiksa di Polda Sulteng.


Editor: M Yusuf Bj