Friday, 21 September, 2018 - 10:03

Penderita DBD Menurun

dr Purwaningsih, MAP. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Sulteng, Dr Purwaningsih M.AP mengatakan pada 2017, kurang lebih 50 pasien penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Undata Sulteng. Menurutnya, jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Pada 2016, penderita DBD sebanyak 263, sehingga perbandingannya cukup jauh. Total pasien penderita DBD tahun 2016/2017 sudah mencapai 300 lebih,” katanya.

“Penderita penyakit DBD cukup turun di tahun 2017, biasanya karena dipengaruhi iklim. Bisa kita lihat, pada 2016, curah hujan begitu sering, dibandingkan 2017 yang curah hujannya begitu jarang, bahkan cuaca panas sering terjadi,” kata Dr Purwaningsih di ruang kerjanya, Rabu, 17 Januari 2018.

Kemudian, kata Dr Purwaningsih, kemungkinan besar masyarakat tahu penanganan atau cara menghindari agar tidak terkena penyakit DBD.

“Data yang terakhir, di awal 2018, hanya satu penderita DBD yang saat ini dirawat di RSUD Undata. Semoga jumlah penderita DBD ini semakin menurun, karena penyakit DBD ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Dr Purwaningsih menyarankan kepada masyarakat agar tetap mengikuti 3 M (menutup, menguras dan menimbun).

“Jika ada air di suatu tempat misalnya di ember atau di bak kamar mandi agar ditutup, sehingga nyamuk tidak bertelur di dalam air itu, karena jentik-jentiknya bisa hidup jika bertelur dipermukaan air,” jelasnya.

“Begitupun jika sudah kotor tempat airnya di kamar mandi (wc), segera dikuras agar bersih lagi. Kemudian juga barang-barang bekas, jika tidak diperlukan, dibuang saja, jangan disimpan berlama-lama, sehingga bisa menjadi tempat sarang nyamuk,” jelasnya.
 
Selain itu, Dr Purwaningsih menyarakan, agar bekas kelapa muda jangan dibuang sembarangan dengan terbalik.

“Bisa saja jika hujan terjadi, kemudian airnya tertumpuk di dalamnya, itu bisa saja tempat jentik-jentik nyamuk untuk bertelur di kelapa bekas itu. Oleh karena itu, barang yang sudah tidak digunakan, jangan dibuang sembarangan, lebih baik ditanam saja.

“Jadi dengan adanya sosialisasi dari Dinas Kesehatan, dibantu dari rumah sakit, petugas-petugas kesehatan yang berkecipung di Puskesmas, itu bisa menurunkan angka penyakit DBD,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga dan memperhatikan kesehatan dirinya.

”Jika terkena penyakit, agar segera diperiksa di rumah sakti atau Puskesmas terdekat sebagai bentuk upaya pencegahan. Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati,” katanya.
 
 
Editor: M Yusuf Bj