Saturday, 18 August, 2018 - 20:11

Penderita HIV/AIDS di Sulteng Terbanyak IRT

“Bahkan sampai Mei 2018, penemuan HIV/AIDS terbanyak masih di Kota Palu. Hanya saja kami belum mencatat rinciannya. Sesuai data kami, penemuan HIV/AIDS terbanyak ibu rumah tangga (IRT),” - ANDI CERRA FANTI, Kasi Bimbingan dan PP2MI Dinkes Sulteng -

HIV/AIDS DI SULTENG:
  • Poso 77 kasus.
  • Banggai 76 kasus.
  • Parimo 65 kasus.
  • Sigi 59 kasus.
  • Donggala 41 kasus.
  • Morowali 22 kasus.
  • Touna 15 kasus.
  • Tolitoli 13 kasus.
  • Buol 8 kasus.
  • Morut 7 kasus.
  • Bangkep 4 kasus.
  • Balut 2 kasus.

Palu, Metrosulawesi.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng mencatat temuan kasus HIV/AIDS terbanyak masih di Kota Palu. Berdasarkan data tahun 2002 sampai 2017, temuan HIV/AIDS di Sulteng  1.776 kasus. Dari angka tersebut kasus AIDS terbanyak berada di Kota Palu berjumlah 256 kasus.

“Bahkan sampai Mei 2018, penemuan HIV/AIDS terbanyak masih di Kota Palu, hanya saja kami belum mencatat rinciannya. Sesuai data kami, penemuan HIV/AIDS terbanyak ibu rumah tangga (IRT),” ungkap Kepala Seksi Bimbingan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi (P2MI) Dinkes Sulteng Andi Cerra Fanti, Kamis, 19 Juli 2018.

Dia merincikan untuk kabupaten kasus AIDS terbanyak berada di Poso sebanyak 77 kasus, disusul Banggai 76 kasus, Parigi Moutong 65 kasus, Sigi 59 kasus, Donggala 41 kasus, Morowali 22 kasus, Tojo Unauna 15 kasus, Tolitoli 13 kasus, Buol 8 kasus, Morowali Utara 7 kasus, Banggai Kepulauan 4 kasus dan Banggai Laut 2 kasus.

Dinkes Sulteng kata Andi telah melakukan berbagai upaya untuk pengobatan dan memerangi penularan HIV/AIDS di daerah ini. Upaya tersebut telah dilakukan dari tahun 2002, sejak kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Kota Palu.

Sejumlah rumah sakit saat ini di Sulteng telah ditunjuk sebagai Pemberi Dukungan Pengobatan (PDP). Rumah sakit yang ditunjuk tersebut di antarannya RS Undata, RS Anutapura dan beberapa rumah sakit di kabupaten seperti RSUD Morowali.

Dinkes Sulteng juga terus gencar melakukan penemuan kasus HIV/AIDS sebab berdasarkan estimasi kasus HIV/AIDS tahun 2012, yang ditetapkan pemerintah pusat di Sulteng sejumlah 3.555 kasus. Upaya yang dilakukan Dinkes Sulteng dengan melatih petugas Puskesmas agar bisa melakukan konseling bagi masyarakat yang berpotensi terinfeksi HIV/AIDS.

“Hanya saja kami terkendala sarana/prasarana untuk melakukan penjangkauan di kabupaten/kota,” tandas Andi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur H Longki Djanggola selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan penemuan kasus HIV-AIDS sampai dengan Mei 2018, berjumlah 1.903 kasus. Dari jumlah itu 1.231 kasus HIV dan 672 kasus AIDS dengan kematian 283 orang.

“Baru terungkap 34,6 persen dari estimasi kasus HIV/AIDS tahun 2012 di Sulteng sejumlah 3.555 kasus,” ungkap Longki saat Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah di Ruang Nagana Kantor Bappeda Sulteng, Rabu, 18 Juli 2018.

Gubernur mengatakan saat ini kasus HIV-AIDS yang sudah ditemukan belum semua terobati dan yang diobati masih banyak yang drop out. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan sumber daya yang semuanya membutuhkan biaya operasional.

“Kita ketahui bahwa program HIV-AIDS masuk dalam salah satu target SDGs yang mana mulai tahun 2017, telah masuk dalam standar pelayanan minimal kesehatan. Sementara untuk tahun 2019 tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019,” kata gubernur.   

 

Editor: Udin Salim