Sunday, 23 July, 2017 - 07:02

Penderita Lumpuh di Morowali Terima Bantuan Kursi Roda

TERIMA BANTUAN - Kepala Desa Bahomakmur Kuswandi, Diantoro (duduk dikursi roda) dan kedua orangtuanya foto bersama usai penyerahan bantuan dari Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Morowali, Kuswandi, Jumat 5 Mei 2017. (Foto : Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Bungku, Metrosulawesi.com - Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Morowali, Kuswandi Jumat 5 Mei 2017 memberikan satu buah kursi roda kepada seorang anak yang sudah tidak bisa berdiri karena kedua kakinya mengalami lumpuh.

"Sangat berharap apa saya lakukan ini bisa menjadi magnet buat siapa saja, karena mungkin masih ada di daerah ini luput dari pengetahuan pemerintah untuk mendapat bantuan," ucap Kuswandi yang juga ketua DPD Partai NasDem Morowali.

Menurut Kuswadi, dirinya tidak pernah mengesampingkan mereka yang mengalami penyakit lumpuh seperti ini. Begitu pula dengan pemerintah daerah pasti akan proaktif terhadap penderita kalau memiliki data yang lengkap.

"Saya yakin untuk tidak hanya berbuat sampai di sini saja kalau punya data valid, karena sebagai pemerintah ada nilai tanggung jawab moral dan punya rasa kepekaan sosial," ujar Kuswandi.

Sekarang ini anak yang lumpuh tersebut sudah tak bisa seperti anak-anak lain. Ia hanya dapat menikmati kehidupan dalam rumah bersama dengan seorang saudara kandung dan kedua orangtuanya.

Dari Woko, ayah kandung anak penderita lumpuh mengungkapkan,penyakit yang dialami anaknya datang secara tiba-tiba.

“Awalnya anak saya ini mengaku betis kaki kanannya terasa ngilu, namun ia juga masih bisa berdiri melangkah berjalan seperti biasa,lama kelamaan akhirnya kedua kakinya sudah tak mampu berdiri,” katanya.

"Nama anak saya Diantoro,12 tahun umurnya,sewaktu masih kuat berdiri aktif  bermain dan ke sekolah, tetapi saat ini sudah tidak bersekolah lagi," tutur Woko di rumahnya di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi,Kabupaten Morowali.

Menurut Woko, dari lahir semua anggota tubuh anaknya normal, sama sekali tidak ada tanda-tanda kelainan. Sampai detik ini juga belum pernah memeriksakan ke dokter ahli.

“Sementara untuk memperoleh kesembuhan kami mencoba melakukan dengan pengobatan herbal,” ujarnya.

"Sebelum parah seperti ini,anak saya Diantoro sudah pernah diperiksa sama bidan puskesmas dan katannya terkena penyakit syaraf," ungkap Woko didampingi Surtiani atau ibu kandung Diantoro.

Merasa hanya mampu bergerak sambil duduk dan perlu bantuan ketika hendak memperoleh sesuatu yang jauh dari tempat peraduannya. Akhirnya Diantoro tidak lagi belajar bersama guru dan temannya karena sudah berhenti sekolah sejak kelas dua sekolah dasar keputusan ini dilakukan sendiri kedua orang tuanya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.