Friday, 21 July, 2017 - 18:48

Penempatan Tak Sesuai Disiplin Ilmu, Dugaan Ijazah Palsu Pejabat di Morut Minta Diusut

PEJABAT - Para pejabat Pemda Morowali Utara, yang dilantik oleh Bupati Ir Aptripel Tumimomor MT. (Foto : Alekson W/ Metrosulawesi)

Kolonodale, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan Morowali Utara H Djibrail Abd Kadir MSi pada suatu forum pertemuan antara Bupati dan sejumlah SKPD menyoroti adanya ijazah abal-abal alias palsu yang digunakan oleh aparatur sipil negara (ASN).

Dia meminta kepada Inspektorat agar memanggil para ASN yang dicurigai berijazah palsu untuk diteliti dimana perguruan tingginya dan siapa rektor serta tahun masuk kuliah dan jurusan apa dipilih.

Sementara sejumlah ASN yang tidak kebagian jabatan juga mulai “berkotek” menyoroti teman kerjanya yang nyata-nyata tidak pernah kuliah, tetapi tiba-tiba sudah menyandang gelar sarjana dan penyesuaian ijazah yang tidak jelas sarjana apa.

Dugaan ijazah palsu oleh ASN ini mencuat setelah Bupati Morowali Utara Ir Aptripel Tumimomor MT mengevaluasi pencapaian program sesuai visi dan misi Bupati setempat di sejumlah SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

Tokoh masyarakat mulai angkat bicara dan menyoroti penempatan para pejabat baik esalon II, III dan IV ini tak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki oleh pejabat tersebut.

Mantan Kabag Umum Pemda Morowali Utara Nico Herman Liku yang kini terjun ke dunia politik menilai banyak pejabat Pemda Morut ditempatkan tidak sesuai disiplin ilmu yang dimiliki. Sebagai contoh, kata dia ada guru masuk menjadi Kepala Bagian atau Kepala Dinas.

“Ada juga camat didongkrak menjadi Kepala Dinas sehingga yang terjadi Sekretaris atau Kepala Bidang lebih berperan jadi pemimpin instansi tersebut,” ujar politisi PAN ini.

Yang lebih parah lagi, kata dia gara-gara membeli ijazah serta meminjam sertifikat PIM III temannya telah mendapat jabatan strategis. Namun ia tak dapat berbuat diinstansi yang dipimpinya. Karena itu perlu adanya penertiban oleh Pemda setempat.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.