Friday, 25 May, 2018 - 03:18

Pengacara Konfirmasi Keberadaan Istri Gubernur Sumut

Gatot Pujo Nugroho & Evi Susanti.  (Foto : intriknews)

Jakarta, Metrosulawesi.com  - Pengacara Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Razman Nasutio, menjelaskan bahwa istri Pujo yaitu Evi Susanti berada di Jakarta.

"Bu Evi ada di Jakarta, dan sampai kemarin berkonsultasi dengan saya mengenai masalah ini di kantor," kata Razman di gedung KPK Jakarta, Rabu (22/7).

Razman adalah pengacara Gatot dan juga Evi Susanti, perempuan yang diakui istri Gatot oleh Razman.

"Peran Bu Evi Susanti adalah istri beliau, saya tidak bisa menyampaikan beliau istri muda atau istri yang ke berapa, tapi ini adalah hak setiap warga negara. Bu Evi berperan untuk membantu kerja suami," ungkap Razman.

Razman juga mengaku sudah menjadi pengacara Gatot selama 4 hari.

"Saya sudah 4 hari terakhir komunikasi dengan Pak Gatot. Saya sudah juga menerima kuasa dari Evi Susanti yang dalam hal ini beliau sudah dicekal oleh KPK," jelas Razman.

Razman pun membantah Gatot sengaja menghilang setelah dari OTT KPK pada 9 Juli 2015.

"Tidak benar beliau sengaja menghilang dari peredaran atau tidak muncul ke publik karena OTT KPK di PTUN. Saat itu beliau melakukan safari Ramadhan dan itikaf. Penggeledahan di kantor gubernur Sumut juga bukan ruang kerja beliau, tapi ruang kerja ajudan dan tata usaha sedangkan kardus yang banyak itu hanya beberapa berkas tidak lebih dari 3 berkas," tambah Razman.

KPK sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ini yaitu sebagai penerima suap terdiri atas Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro (TIP), anggota majelis hakim Amir Fauzi (AF) dan Dermawan Ginting (DG) serta panitera/Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan (SY), sedangkan tersangka pemberi suap adalah pengacara senior OC Kaligis dan anak buahnya bernama M Yagari Bhastara Guntur (MYB) alias Gerry.

Selain Kaligis, kelimanya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di PTUN Medan pada 9 Juli 2015 dan mengamankan uang 15 ribu dolar AS (sekitar Rp195 juta) dan 5 ribu dolar Singapura (sekitar Rp45 juta) di kantor Tripeni.

Kaligis sendiri ditangkap di Hotel Borobudur pada 14 Juli 2015 dan langsung ditahan pada hari yang sama.

Tindak pidana korupsi itu terkait dengan gugatan ke PTUN Medan yang dilakukan oleh mantan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis atas terbitnya sprinlidik (surat perintah penyelidikan) dalam perkara penyalahgunaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, 2013 dan 2014.

Terhadap sprinlidik tersebut, pemerintah provinsi Sumatera Utara pun mengajukan gugatan ke PTUN Medan dengan pemerintah provinsi menunjuk Gerry sebagai pengacara untuk melakukan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terkait dengan UU No. 30 tahun 2014 tentang administrasi pemerintahan.

Berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, PTUN yang berhak menilai apakah aparat sipil negara melakukan penyalahgunaan wewenang.

Dalam putusannya, hakim Tripeni dan rekan menyatakan permintaan keterangan oleh jaksa kepada Fuad Lubis ada unsur penyalahgunaan kewewenangan. (ko/ant)