Monday, 23 July, 2018 - 23:55

Pengadilan Perpanjang Masa Penahanan Prof Sultan

ILUSTRASI - Dugaan korupsi dana Lembaga Penelitian (Lemlit) Untad tahun 2014/2015. (Grafis : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Masa penahanan terhadap Guru Besar Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Sultan, M.Si dan Fauzian Tendri Sisi diperpanjang oleh Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palu.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana Lembaga Penelitian (Lemlit) Untad tahun 2014/2015.

Hal tersebut diungkapkan Humas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palu, I Made Sukanada kepada Metrosulawesi, Rabu, 12 Oktober 2016.

Made mengatakan, pihaknya memperpanjang masa penahanan tersangka Sultan dan tersangka Fauzian Tendri Sisi atas dasar permintaan penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng. Perpanjangan penahan terhadap tersangka Sultan dengan  Nomor 35/Pen.Sus-TPK/2016/PN Pal dan tersangka Fauzian Tendri Sisi dengan Nomor 36/Pen.Sus-TPK/2016/PN Pal tertanggal 10 Oktober 2016 yang ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palu, Sutaji.

Ia mengatakan, ini sudah perpanjangan yang kedua oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Palu. Pertama lalu diperpanjang penahanan terhadap kedua tersangka mulai 19 September sampai 18 Oktober. Jadi, sebenarnya belum berakhir masa penahanan sebelumnya, cuman penyidiknya minta memang perpanjang penahanan di Pengadilan. Sehingga, masa perpanjangan penahanan mulai tanggal 19 Oktober sampai 17 November.

"Hanya dua kali saja perpanjangan oleh Pengadilan apabila perkaranya masih tahap penyidikan. Sehingga, rentang waktu perpanjangan penahanan yang kedua ini harus dilimpahkan ke penuntut umum, tidak bisa lagi penyidik minta perpanjangan penahanan yang ketiga oleh penyidik," katanya.

Diketahui, bahwa tersangka Prof Sultan ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Kepala Lemlit Untad pada saat itu. Sedangkan Fauzian Tendri Sisi ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Lemlit Untad saat itu.

Bahwasannya, tersangka Sultan ditahan berdasarkan Surat Printah Penahanan Nomor: 158/R.2/Fd.1/07/2016 yang ditanda tangani langsung oleh Kepala Kejati Sulteng.
Sedangkan tersangka Fauzian Tendri Sisi ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: 159/R.2/fd.1/07/2016.

Keduanya ditahan dalam kasus dugaan korupsi yang sama karena saat itu tersangka Sultan menjabat Ketua Lemlit Untad, dan tersangka Fauzian Tendri Sisi menjabat bendahara Lemlit Untad.

Penyidikan kasus dugaan korupsi dana penelitian Untad tersebut sudah menetapkan dua orang tersangka, yakni mantan Ketua Lemlit Universitas Tadulako dan mantan Bendahara Lemlit Untad

Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 dan 2015 tersebut tidak digunakan untuk melakukan penelitian, melainkan digunakan untuk kepentingan lain, seperti perjalanan dinas dan lainnya mengendap di bendahara.

Jumlah anggaran penelitian pada tahun 2014 adalah senilai Rp 6 miliar, dan tahun 2015 senilai Rp 8 miliar. Jadi, total anggaran selama dua tahun itu adalah senilai Rp 14 miliar. Jadi, dugaan kerugian negaranya untuk sementara kurang lebih sekitar Rp 900 juta lebih.


Editor : Syamsu Rizal