Friday, 24 November, 2017 - 17:31

Pengamat: Fungsi Legislasi DPRD Palu Lemah

Pengamat Kebijakan Publik, Irwan Waris. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Dr. Irwan Waris menilai kinerja DPRD Kota Palu lemah dalam membentuk Peraturah Daerah. Pasalnya, hingga saat ini, hanya satu Perda tentang Penamaan Jalan, Bangunan dan Taman yang terbentuk.

“Seharusnya mereka melakukan fungsi mereka secara benar dan berkinerja. Karena mereka adalah wakil rakyat yang harus melaksanakan fungsi legislasi, anggaran dan fungsi pengawasan, fungsi ini harus dilakukan dengan benar,” kata Irwan di Palu, Senin, 8 Mei 2017.

“Kinerja anggota dewan akan dinilai oleh rakyat, sehingga mereka harus menunjukkan kinerja mereka, sebenarnya jika kinerja anggota dewan bagus, maka rakyat akan berterima kasih dalam bentuk memilihnya lagi,” sambungnya.

Irwan menjelaskan lambatnya pembentukan perda dapat berdampak pada kurangnya kepercayaan publik terhadap anggota DPRD Kota Palu.

“Salah satu fungsi DPRD adalah fungsi legislasi. Kepercayaan publik akan berpengaruh jika anggota DPRD hingga bulan kelima 2017 baru menyelesaikan satu perda,” katanya.

“Potensi untuk masyarakat menilai pasti ada. Masyarakat akan melihat partai mana yang anggota DPRDnya berkinerja, karena hal itu bisa dijadikan sebagai “pencitraan” dan bentuk “kampanye” oleh anggota DPRD Kata Palu,” sambungnya.

Irwan berharap agar anggota DPRD Palu bisa menunjukkan kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas  sebagai wakil rakyat.

“Jika mereka bekerja dengan baik, itu akan menentukan elektabilitas partai. Sehingga penilaian yang baik oleh masyasrakat akan membuat masyarakat menghormati partai,” katanya.

“Selama ini penghormatan masyarakat terhadap partai kurang, karena masyarakat melihat partai melalui anggotanya di DPRD bekerja belum maksimal. Tapi jika anggota DPRD bekerja dengan baik, pasti masyarakat merasa memiliki partai politik,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Palu Muh. Rum mengungkapkan meskipun hanya satu perda yang dibentuk hingga saat ini, namun pembentukan perda rutinitas selalu ada, seperti perda perubahan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Kami tidak memeiliki target pembentukan perda tahun ini. Namun rencananya kami akan membentuk dua perda inisiatif yaitu Perda Pengelolaan Barang Miik Daerah dan Pemanfaatan Nama Jalan,” katanya.

“Untuk Perda tentang Penamaan Jalan, Bangunan dan Taman sudah kami selesaikan, namun itu Perda tahun lalu. Untuk yang tahun ini belum ada,” sambungnya.

Rum menganggap kinerja anggota DPRD Palu tidak lambat karena mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan.

“Sebenarnya ada banyak perda yang masuk dalam penjadwalan, hanya kami menyesuaikan juga dengan masa kerja,” katanya.

“Hingga saat ini baru tiga pengajuan perda oleh Pemerintah Kota Palu yaitu rancangan Perda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah. Kedua, rancangan perda tentang pencabutan Perda nomor 11 tahun 2012 tentang izin gangguan, dan yang ketiga Rancangan Perda tentang tambahan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Palu kepada Badan Usaha Milik Daerah Perseroan Terbatas Bangunan Palu Sulawesi Tengah,” sambungnya.

Ia merencanakan segera melakukan rapat pembentukan Perda sekaligus pembahasan program untuk caturwulan ke dua. 


Editor : M Yusuf BJ

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.