Saturday, 18 August, 2018 - 19:59

Pengungsi Banjir Manado Padati Rumah Ibadah

Korban banjir Manado masih mengungsi. (Foto : Ist)

Manado, Metrosulawesi.com - Warga Kota Manado, yang menjadi korban banjir pada Minggu (11/1) lalu hingga kini masih menempati mesjid dan gereja, sekolah serta rumah sanak keluarga terdekat, kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi (pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara Christian Laotangan.

"Sebagian warga Kota Manado yang mengungsi sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan perbaikan dan bersih-bersih. Tapi masih ada juga yang menetap di tempat pengungsian," kata Christian di Manado, Senin (12/1).

Kepada kantor berita Antara, dia mengatakan pada saat terjadi banjir Pemerintah Provinsi Sulut telah membagikan selimut, matras serta makanan siap saji, pakaian orang dewasa dan peralatan dapur umum ke sejumlah lokasi banjir.

"Tidak ada korban jiwa pada saat terjadi banjir. Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatnya kesadaran warga yang bermukim di daerah rawan banjir sehingga langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman sebelum air sungai meluap," katanya.

Dia mengatakan sebelum terjadi banjir Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Manado telah mengeluarkan peringatan dini hujan lebat dan angin kencang yang akan menerjang sejumlah wilayah di Sulawesi Utara.

Informasi ini yang menurut Christian telah disampaikan ke pemerintah kabupaten/kota melalui badan penanggulangan bencana daerah dan diteruskan ke warga yang bermukim di daerah bantaran sungai serta lokasi rawan longsor.

Dia berharap informasi-informasi terkait dengan perkembangan cuaca yang disampaikan BMKG serta pemerintah kabupaten/kota melalui instansi teknisnya didengar warga dan segera menindaklanjutinya dengan menjauhi wilayah rawan bencana. (ant)