Monday, 18 June, 2018 - 19:34

Peningkatan Jalan Lorong Bakso Terkesan Asal Jadi

Tampak hasil perbaikan Jalan Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, yang dinilai warga dikerjakan asal jadi. (Foto : Niko/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Proyek pembangunan Jalan Lorong Bakso, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, terkesan dikerjakan asal jadi. Hal ini disampaikan warga kepada metrosulawesi, Jumat, 18 November 2016.

Menurut mereka, sejak awal pengerjaan, pihak kontraktor tidak memasang papan informasi proyek sekitar lokasi penkerjaan.

“Namun, karena desakan dari warga. Pihak kontraktor sudah memasangnya. Akan tetapi, itu hanya beberapa hari, selanjutnya papan proyek itu dicabut lagi oleh pihak perusahaan,” ungkap salah satu warga Jalan Lorong Bakso, Nadia.

Kata dia, anggaran perbaikan jalan ini menghabiskan anggaran cukup besar kurang lebih Rp.3 miliar.

“Saya sempat lihat itu di papan proyeknya sebelum dicabut, anggaran perbaikan jalan ini sekitar Rp3 miliar. Tapi siapa yang kerja, saya tidak terlalu hafal nama perusahaannya. Karena saat itu saya buru-buru mau jemput anak sekolah,” akunya.

Kata Veroni ,warga Jalan Lorong Bakso lainya, seharusnya dengan anggaran sebesar itu, hasil perbaikan jalan oleh kontraktor seharusnya berkualitas.

“Bukan seperti ini, yang hanya asal jadi. Dimana, khususnya jalan di lorong RT 1, RT 2, RW 4, yang hanya di aspal begitu saja. Tanpa melalui prosedur seharusnya, seperti halnya perbaikan jalan poros di jalan lorong bakso, padahal satu paket  pekerjaan itu,” keluhnya.

Veroni menduga  perbedaan cara pengaspalan oleh kontraktor pelaksana antara jalan poros dengan jalan masuk lorong memperlihatkan adanya kecurangan.

“Kalau perbaikan jalan poros  di lorong bakso ini,  sebelum diperbaiki jalannya terlebih dahulu dibersihkan, lalu dikasih batu, baru ditimbun, dan dilakukan pemadatan. Namun dilorong, langsung saja diaspal tanpa melalui proses itu,” jelasnya.

Darma, warga lainya mengatakan lebih parahnya lagi, baru beberapa pekan selesai dikerjakan, jalan mulai rusak dan bergelombang.

“Selain itu, ada sebagian jalan sekitar 5 meter yang ada di lorong RT 1,RW 4 malah tidak diaspal sama sekali oleh pihak kontraktor. Padahal, letak jalan berada ditengah-tengah antara jalan poros dan jalan lorong bakso. Sebenanrnya, ini fakta bahwa perbaikan jalan disini terkesan asal jadi,” tegasnya.

Kata dia, sebenarnya warga berterima kasih kepada pemerintah, karena telah merespon usulan warga untuk melakukan perbaikan Jalan Lorong Bakso.

“Namun, jika hanya begini  hasil perbaikan jalanya, kami sangat kecewa terhadap pelaksana proyek ini,”kata Darma.
 
“Sesungguhnya kita tidak pernah mempersoalkan siapapun yang melaksanakan pekerjaan ini. Hanya saja, pihak kontraktor yang dipercaya oleh pemerintah untuk memperbaiki jalan kami, seharusnya dapat mengerjakanya  sesuai dengan kontrak kerja dan RABnya. Bukan seperti ini, hanya dikerjakan asal jadi,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak kontraktor seharusnya dapat mengutamakan kualitas dan mutu proyek.

“Sangat sayang sekali karena dengan anggaran sebesar itu, kalau sampai tidak memiliki kualitas dan mutu pekerjaannya, kami khawatir jalan ini tidak sampai beberapa bulan sudah kembali rusak,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota  Palu H.Kadir P.Samauna yang dikonfirmasi melalui poselnya, Jumat ,18 November 2016, menyebutkan paket pekerjaan Jalan Lorong Bakso bukan milik Pemerintah Kota (Pemkot).

”Bukan Pemkot punya pekerjaan itu kayaknya,” kata H.Kadir.

Menurutnya, jika memang kondisi perbaikan jalan yang dilakukan pihak kontraktor asal jadi sesuai penuturan warga setempat, maka pijak inspektorat harus turun tangan melakukan pemerikasaan.

”Yah tentunya, tugas inspektorat, aparat hukum, dan pihak terkait lainya untuk menuntaskan persoalan ini. Agar supaya, persoalan ini tidak berlarut-larut,” katanya.
 

Editor : M Yusuf BJ