Tuesday, 21 August, 2018 - 06:33

Penjual Asesoris Merah Putih Ramai di Morowali

Penjual musiman bendera dan umbul-umbul kain warna merah putih berbagai ukuran, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI sudah mulai ramai. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - Satu persatu penjual musiman bendera dan umbul-umbul kain warna merah putih berbagai ukuran, menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI sudah mulai ramai menjual di Kabupaten Morowali.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya semua pedagang musiman ini rata-rata datang dari luar daerah Morowali, dengan menjajakan jualannya di pinggir jalan yang dianggap ramai sehingga dapat menarik perhatian dari pembeli yang melintas.

Menurut Akang Sudin (63), kain asesoris merah putih yang dijajakan harganya berfariasi mulai dari 10 ribu hingga harga 600 ribu perlembarnya. Pembelinya ada warga yang melintas dan pemesan dari orang-orang kantor instansi Pemda.

"Saya tidak dapat memastikan bentuk mana sajakah yang banyak laku.Karena setiap pembeli punya selerah masing-masing,"papar Akang Sudin kepada Metrosulawesi ditempatnya menjual  dipinggir jalan Kelurahan Bungi, Minggu 22 Juli 2018.

Untuk menunggu pembeli yang datang para penjual harus berjuang melawan teriknya panas matahari terkadang pula rela diguyur hujan,dan penjual mengalami sehari ditempat berjualan sebelum harus pulang beristirahat.

"Kalau saya di Sulawesi Tengah sudah enam kali datang menjual, dua kali di Kota Palu. Dan tahun ini, yang kempat kalinya di Kabupaten Morowali," ungkapnya.

Menurutnya, berjualan di Morowali tidak hanya sendiri tapi juga bersama rekan sedaerahnya termasuk ada dengan beberapa orang anak kandungnya, dan meninggalkan sanak keluarga selama satu bulan menjajakan jualan asesoris.

"Iya,kalau datang waktunya kami harus pulang lagi ke Jawa. Rejeki yang didapat akan diberikan kepada isteri," ujar Sudin lelaki parubaya yang mengaku datang dari Kota Garut, Provinsi Jawa Barat.

Kelompok penjual asesoris merah putih yang kini menyebar di daerah Kabupaten Morowali,daganggan merupakan barang daripada seorang pengusaha bukan milik sendiri dan para penjual hanya menerima upah dari pekerjaan.


Editor: Masruhim Parukkai

Tags: