Saturday, 18 August, 2018 - 20:02

Penjual Bakso Minati Daging Kerbau Beku

Gedung Bulog Divre Sulteng. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Saat ini Badan Urusan logistik (Bulog) Divisi Regional Sulteng ternyata paling banyak diminati kalangan penjual bakso.

Kepala Bidang Komesrsial Bulog Divre Sulteng, Gutomo Harya Pamungkas mengatakan kebanyakan yang memesan daging beku hanya setingkat pedangang bakso. Itu pun melalui rumah pangan kita (RPK) milik Bulog Sulteng. Sedangkan, untuk memasarkan di tingkat hotel yang ada di Kota Palu belum ada kerja sama.

“Hanya penjual bakso yang paling banyak pesan daging beku. Mereka datang sendiri kemari membeli. Kalau untuk hotel belum ada kita kerja sama maupun mereka datang kemari membeli maupun memesan daging beku,” katanya, Rabu 1 Agustus 2018.

Terkait daging kerbau beku yang didatangkan dari India sekitar 6 ton yang akan dipasarkan ke masyarakat. Selain itu, harga dari daging beku Rp80 ribu per kilogram sesuai ketetapan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan.

“Kualitasnya juga bagus namun tidak sama daging kerbau di Indonesia. Bahkan mendekati kualitas daging sapi. Daging beku yang dipesan oleh pemerintah pusat untuk menekan harga daging di pasar Rp110 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram,” ujarnya.

Dia mengungkapkan setiap empat hari ada sekitar 50 kilogram daging beku yang terjual. Namun, pihak Bulog terkendala dengan kapasitas lemari pendingin atau tempat penyimpanan daging beku. Pihaknya ke depan akan menambah daging beku tersebut bila mana permintaan semakin tinggi.

“Kendala kita biasa terkait lemari pendingin yang hanya bisa menampung kapasitas daging 6 ton, maka dari itu kami hanya pesan sebesar itu sesuai kapasitas penampungan. Setiap empat hari sekitar 50 kilogram yang terjual. Mungkin kalau permintaan masyarakat banyak apa boleh buat kita akan tambah,” pungkasnya.

Diketahui, kenaikan harga daging sapi dipasaran membuat pemerintah Indonesia melalui Kementrian Perdagangan RI memasok daging kerbau beku impor dari india. Apalagi dengan kenaikan tersebut banyak oknum pedagang yang memanfaatkan harga daging sapi yang semakin tinggi.


Editor: Pataruddin