Sunday, 24 September, 2017 - 09:19

Penyaluran Kredit UMKM 2016 Tumbuh Positif, Pembiayaan Masih Terkonsentrasi di Palu

TAHU - Salah satu UMKM di Kota Palu. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Indikator kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Tengah pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan positif. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dibandingkan periode yang sama pada 2015, total aset, penyaluran kredit, dan kredit UMKM mengalami pertumbuhan yang positif.

Total aset, penyaluran kredit, dan kredit UMKM mengalami pertumbuhan secara berturut-turut sebesar 9.61 persen, 11.07 persen, dan 6.99 persen. Kinerja yang positif juga dibukukan oleh industri keuangan non bank dengan meningkatnya indikator piutang perusahaan pembiayaan dan aset perusahaan modal ventura sebesar 1.41 persen dan 7.91 persen.

“Indeks literasi dan inklusi keuangan Sulawesi Tengah pada tahun 2016 dalam hasil survey OJK meskipun angkanya relatif masih rendah masing-masing 22.55 persen dan 65.09 persen, namun mengalami peningkatan yang signifikan dari periode survey sebelumnya (Survey 2013: Literasi 18.5 persen, Inklusi 35 persen),” sebut Kepala OJK Sulteng Moh Syukri A Yunus.

Berdasarkan asesmen OJK, penyaluran kredit perbankan dan piutang pembiayaan masih terkonsentrasi di Kota Palu dengan porsi secara berurutan sebesar 40.31 persen dan 65.96 persen. Dari sisi kredit per sektor ekonomi, porsi kredit didominasi oleh sektor rumah tangga sebesar 56.08 persen dan perdagangan 23.37 persen.

Hal tersebut memberikan gambaran aktivitas perekonomian masih terkonsentrasi di Kota Palu dan fasilitas kredit cenderung dinikmati oleh sektor rumah tangga dan perdagangan, sehingga diperlukan kebijakan yang dapat mendukung pemerataan kepada daerah di luar Kota Palu dan kepada sektor unggulan Sulawesi Tengah diantaranya pertanian dan kemaritiman.

“Berbagai upaya telah dilakukan oleh OJK dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluasan akses terhadap Industri Jasa Keuangan,” jelasnya.

Dalam rangka pelaksanaan program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2016, realisasi program akses keuangan membukukan hasil yang cukup positif seperti layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai). Total sebanyak 1.473 Agen Laku Pandai di 13 Kabupaten/Kota.
Kemudian Kredit Usaha Rakyat (KUR), Total penyaluran KUR Rp 1,149 triliun, O/S Kredit Rp 381,72 miliar, NPL 2.14 persen.

Selanjutnya penjaminan KUR, Total penjaminan KUR Rp 1,149 triliun, Debitur 46.289 dengan jumlah tenaga kerja 72.659.

Pun Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Total 4.241 Hektar Sawah di-cover oleh asuransi. Kemudian Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS), Total 261 Ekor Sapi di-cover asuransi. Dan yang terakhir Asuransi Nelayan, Total 15.092 nelayan di-cover asuransi.

“Kebijakan dalam perluasan akses keuangan di tahun 2017 dan tahun-tahun selanjutnya menjadi concern utama OJK dan Pemerintah Daerah dalam rangka menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata serta mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang stabil, partisipatif, dan inklusif,” katanya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.