Wednesday, 20 June, 2018 - 17:28

Penyebar Video Dandim Bakal Dilaporkan ke Polisi

MINTA MAAF - Dandim 1311/Morowali Letkol Arh Sabariyandu K Saragih (Kiri) dan Anwar Kumape (kanan), keduanya memegang surat pernyataan tertulis. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)

Morowali, Metrosulawesi.com - Anwar Kumape, perekam video Dandim 1311/Morowali, Letkol Arh Sabariyandu K Saragih berencana melaporkan penyebar video ke media sosial. Dalam rekaman video tersebut, tampak Dandim 1311 Morowali dalam sebuah pertemuan penyelesaian masalah antara masyarakat dengan PT Argo Nusa Abadi (ANA). Terlihat Dandim adu mulut dengan warga dan memukul meja. Terdengar dia memerintahkan agar warga tersebut diamankan.

"Rencana selanjutnya, saya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Tujuannya, supaya diketahui siapa pelaku utama yang membagikan ke media mosial (Facebook) rekaman video tersebut," ungkap Anwar Kumape pelaku perekam saat jumpa pers dengan beberapa wartawan media, di Kodim 1311/Morowali belum lama ini.

Anwar Kumape bertemu dengan Dandim 1311/Morowali, Letkol Arh Sabariyandu K Saragih.

"Maksud kedatangan saya, yakni untuk menjelaskan dan meminta maaf kepada bapak Dandim," ujar Anwar Kumape.

Menurutnya, pengambilan video dalam rapat tersebut, bukan bermaksud untuk diviralkan, namun itu hanya sekadar buat dijadikan dokumentasi pribadi, apalagi untuk menjatuhkan nama baik Dandim 1311/Morowali.

"Video pertama kali saya bagikan kepada teman saya. Kalau membagikan kepada teman memang iya. Tapi, untuk meng-upload video ini ke media sosial hal itu tidak saya lakukan," ungkapnya.

Menurut dia, bahwa latar belakang menadatangi Dandim untuk meminta maaaf bukan karena ada intimidasi atau paksaan dari pihak lain. Tapi dilakukan semata-mata karena keinginan serta bentuk tanggung jawab dari hati sendiri.

"Kalau ada yang menafsirkan bahwa rekaman vidio sengaja saya viralkan itu tidak benar. Tentu pak Dandim bersama saya telah dirugikan dengan meluasnya video tersebut," ujarnya.

Lanjut Anwar Kumape bahwa proses perekaman dilakukan bukan nanti pada saat Dandim perang mulut dengan salah seorang peserta rapat. Namun, dari awal rapat dimulai juga sudah melakukan perekaman untuk dokumentasi.

Pada waktu di Makodim, selain datang menjelaskan kepada sejumlah wartawan media massa, pelaku perekaman tersebut juga membuat surat pernyataan. Dalam surat peryataan itu, berisi pengakuan sikap, maksud dan tujuan merekam.


Editor: Syamsu Rizal