Monday, 23 July, 2018 - 06:16

Penyelam Penasaran Sosok “Naga Kecil” di Laut Poso

PENYELAM - Novira Lumentut diver wanita asal Poso dan Dedi Bujang penemu ikan mandarin di Laut Poso. (Foto: Ryan Darmawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Dapat melihat keanekaragaman spesies ikan langka di kedalaman laut adalah salah satu impian para penyelam. Mandarin Fish adalah salah satu idola para divers. Habitatnya berada spot-spot selam tertentu yang ada di berbagai negara.

Ikan mandarin berasal dari Samudera Pasifik, berkisar dari Kepulauan Ryukyu hingga Australia. Dimana Poso sendiri jenis ikan langka ini baru ditemukan oleh Dedi Bujang alias Debu saat melakukan penyelaman di wilayah laut Kelurahan Madale, Kabupaten Poso pada akhir tahun 2017.

Penasaran dengan hal itu diver perempuan asal Tentena, Poso Novira Lumentut atau akrab dipanggil Noni pun terpanggil untuk merasakan sensasi melihat langsung habitat ikan langka yang mempunyai corak warna dan mata seperti naga tersebut.

Gadis berparas manis ini memang mempunyai naluri adventure yang besar, kegemaranya banyak yang cukup ekstrem untuk mengimbangi andrenalinenya, salah satunya menyelam di kedalaman laut. 

Noni mengaku sudah berkeliling di berbagai pulau di Indonesia untuk memenuhi hasratnya menikmati keindahan bawah lautnya. Dia sudah mempunyai catatan ratusan lock menyelam di berbagai spot.

Mendengar adanya mandarin fish point di Poso dia pun merasa penasaran. Apalagi ini berada di daerahnya sendiri. Bersama Dedi Bujang dia menyelam mencari sosok “naga kecil” ini.

“Saya terkejut dan gembira sekali bisa melihat langsung mandarin fish di daerah saya. Persaaan saya sulit dijelaskan dengan kata-kata” ungkap Noni senang.

Noni berharap pemerintah setempat bisa memperhatikan adanya spesies ikan ini. 

"Tadi di beberapa spot, jujur saya merasa prihatin melihat banyak sekali sampah plastik, tali pancing yang tersangkut, serta karang-karang yang hancur akibat jangkar batu nelayan. Ya, saya berharap sebagai pecinta laut pemerintah disini bisa membuat regulasi tegas yang bisa melindungi spesies ikan ini. Seperti melindungi karang dan menjaga lautan disini," harapnya.

Selain hobi menyelam Noni juga bergelut di dunia pariwisata khususnya travel guide, dia menjelaskan jika kekayaan laut yang dimiliki Poso sangatlah potensial untuk dijadikan aset pariwisata untuk mendongrak pendapatan daerah.

Syaratnya harus dikelola dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Dia menunjuk salah satu dengan adanya spesies ikan langka ini. Ikan mandarin (Synchiropus splendidus) adalah ikan kecil berwarna cerah yang termasuk dalam familia dragonet.

Ikan mandarin memiliki tubuh yang panjang dan 2 sirip punggung. Panjang ikan ini mencapai sekitar 6 cm. Ikan mandarin memiliki garis-garis warna hijau, jingga, dan kuning, dengan warna biru menyelimuti sekujur tubuhnya.

Ikan mandarin biasa makan krustasea kecil dan hewan invertebrata lainnya. Hidupnya seperti main petak-umpet di antara susunan terumbu karang yang penuh celah, sibuk mencari makan sambil menghindari ikan besar pemangsanya. Ikan yang menjadi ikon pariwisata internasional ini berpanjang tubuh berkisar antara 8 hingga 15 centimeter. 

 

Editor: Syamsu Rizal