Friday, 24 March, 2017 - 05:50

Peraih UN Tertinggi se Sulteng 2016 Sarankan Tiga Kunci Sukses

Mohammad Faraadis. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Mohammad Faraadis mantan siswa SMP Al Azhar Mandiri Palu, yang memperoleh nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi 96.5  se Sulawesi Tengah tahun 2016 lalu punya cara berbeda dalam belajar menghadapi UN.

“Saya belajar itu secara bertahap, satu bulan sebelum pelaksanaan UN saya telah fokus untuk belajar, sehingga ketika telah mendekati UN saya telah mempunyai bekal yang banyak, karena dari jauh sebelumnya saya telah mempelajari soal-soal latihan yang dari sekolah,” katanya kepada Metrosulawesi, Selasa 7 Maret 2017.

Selain belajar jauh sebelum UN, Faraadis juga memanfaatkan waktu luang di rumah untuk latihan pengisian soal-soal yang diberikan oleh sekolah dan soal lainnya seperti pilihan ganda dan essay.

“Agar tidak terlalu jenuh untuk belajar, saya juga biasanya selinggi dengan refreshing pada hari Minggu. Namun tidak sering, selain itu juga kami di sekolah telah difokuskan untuk belajar satu hari full, sehingga saya juga tidak terlalu sering belajar di rumah, hanya ketika ada waktu luang saya belajar dengan mengisi soal latihan,” ujarnya.

Faraadis mengaku tidak terlalu memaksakan diri untuk belajar setiap hari, karena menurutnya jika dipaksakan, maka tentunya apa yang dipelajari bisa ada yang dilupakan, ada juga yang tidak sesuai dipelajarinya.

“Untuk mata pelajaran yang  paling fokus saya pelajari yaitu Bahasa Inggris, karena pelajaran ini yang menurut saya paling susah, sehingga saya pelajari terus menerus sampai saya bisa kuasai pada pelaksanaan UN, kemudian mata pelajaran yang paling disukainya, yaitu Matematika dan IPA,” ungkapnya.

Faraadis pun menyarankan tiga hal kepada teman-teman yang menghadapi UN tahun 2017 ini. Pertama, perlu adanya rasa percaya diri. Kedua, jangan berharap kepada orang lain. Dan ketiga, mempersiapkan diri dengan belajar jauh sebelum UN, jangan hari besoknya UN baru belajar.

“Kalau belajar lakukan secara bertahap, dan jika sudah dekat pelaksanaan UN jangan pernah membantah orangtua (durhaka,red).  Karena biasa ketika kita bermasalah dengan orangtua, maka nilai kita bisa terpengaruhi juga dan pasti dalam mengisi soal UN tidak nyaman dan tidak konsentrasi,” katanya.

Kata dia, pihaknya juga tidak menyangka mendapatkan nilai tertinggi UN se Sulteng, karena selama dirinya tekun belajar tujuannya hanya ingin membanggakan orangtuanya.

“Setelah saya mendenggarkan nilai saya paling tertinggi, saya langsung terharu dan merasa mendapatkan tantangan baru untuk masuk di tingkat SMA, sehingga saya melanjutkan kembali sekolah ke SMA Al Azhar Mandiri Palu,” ujarnya.

Menurutnya pembalajaran yang diberikan di SMA Al Azhar Mandiri Palu, hampir sama dengan di SMP Al Azhar, dapat mengubah sikap dan lebih ditonjolkan prestasi, karena pihaknya saat ini hoby sepak bola.

“Semoga para siswa yang mengikuti UN tahun ini, bisa mencapai nilai yang terbaik dan dapat membangakan semua orang,” harapnya.
 

Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.