Tuesday, 21 November, 2017 - 14:32

Pergub Ditanggapi Positif Sejumlah Sekolah

Kepala SMAN 2 Palu, Badrah Lahay. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Diterbitkannya Peraturan Gubernur Nomer 10 Tahun 2017 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan SMA sederajat ditanggapi positif oleh sejumlah sekolah di Kota Palu. Mereka menilai Pergub dapat mengatasi persoalan sumber gaji guru honorer di sekolah.

Kepala SMAN 2 Palu Badrah Lahay mengaku sangat bersyukur pergub tersebut diterbitkan, karena guru honorer yang sebelumnya dirumahkan, dapat mengajar kembali seperti biasanya.

“Mereka yang tetap aktif mengajar selama tiga bulan mulai Januari hingga Maret belum menerima gajinya. Kami tetap membayarkan gaji mereka yang tetap aktif mengajar saat dirumahkan,” kata Badrah di Palu beberapa waktu lalu.

Kata dia,pihaknya tidak serta merta mengimplementasikan pergub tersebut,namun mempelajarinya terlebih dahulu demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebelumnya, para guru honorer di sekolah kami diruhmahkan selama tiga bulan. Ini dikarenakan tidak adanya sumber pendanaan untuk mereka,  dan ini membuat pihak sekolah takut mengambil resiko, terutama dengan terbitnya peraturan pemerintah tentang sapu bersih pungli,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Palu Dra. Hj. Misran. Kata dia, sebelum mengimplementasikan pergub tersebut, pihaknya akan melakukan penyusunan atau pembahasan bersama dengan pihak komite, apa saja program yang dibutuhkan sekolah.

"Setelah itu kami akan melaksanakan rapat bersama denga orang tua siswa, untuk menyampaikan kebutuhan yang diperlukan oleh sekolah, untuk menghasilkan kesepakatan bersama," katanya.

Menurutnya, program sekolah harus dipaparkan kepada orang tua siswa, dan semua guru harus mengetahuinya.

“Dengan demikian ada kesepahaman yang sama. Jangan hanya kepala sekolah yang mengetahui program yang akan direncanakan, guru juga harus memahaminya, sehingga ketika ada orang bertanya, semua jajaran di sekolah bisa memberikan penjelasan,” jelasnya.

“Hingga saat ini, saya belum memperkerjakan sebagian tenaga honorer, namun dengan keluarnya Pergub, kami rencananya akan memanggil kembali para honorer yang beberapa waktu lalu sempat dirumahkan,” ujarnya.

Misran mengungkapkan pihaknya sangat berterimakasih kepada pemerintah provinsi yag telah memberikan solusi soal pembiayaan para guru honorer.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.