Monday, 23 April, 2018 - 13:17

Perhotelan Perlu Miliki Batas Atas Tarif

Grand Duta Hotel Palu. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Bisnis perhotelan kian maju. Hanya saja, hingga saat ini belum memiliki margin (batas) atas tarif. Dalam kondisi tertentu, kalangan pengelola bisa saja menaikkan tarif berlipat-lipat dari tarif normal.

"Mestinya ada batas toleransi menaikkan tarif. Seperti halnya dengan obat-obatan yang dijual di pasaran, punya harga estimasi tertinggi. Apalagi kalau memang lagi 'panen' tamu atau fullbook. Dengan tarif normal saja sudah tentu ada keuntungan, apalagi kalau naik berlipat kali," ujar General Manajer Grand Duta Hotel Palu, Ramayudha, Selasa, 20 Februari 2018.

Ramayudha mencontohkan, saat ada event besar yang dihelat pemerintah Kota Palu, semua hotel penuh. Tetapi apa yang terjadi kemudian adalah tarif kamar langsung meroket.

"Kasian pemerintah dengan kondisi itu. Mestinya ada batas toleransi kenaikan tarif sehingga tidak ada yang merasa berat," ujar Ramayudha.

Batas toleransi paling memungkinkan adalah menaikkan sampai 15 persen saja dari tarif normal.

"Meskipun ini usaha murni swasta, tapi perlu juga diatur batas atas tarifnya supaya persaingan harga tetap sehat. Untuk batas bawah, itu terserah saja dari masing-masing hotel," kata Ramayudha.