Monday, 18 December, 2017 - 16:45

Peringkus Imam Samudera Dilantik Kadensus 88

Foto: ist

Jakarta, Metrosulawesi.com - Brigjen Muhammad Syafii yang tergabung dalam tim peringkus Imam Samudera akan menjabat Kadensus 88 Antiteror. Sebelumnya adalah Anali Kebijakan Utama bidang Pencegahaan Densus 88 Antiteror Polri. Sedang Kadensus 88 Antiteror Brigjen Pol Eddy Hartono akan menjabat Wakil Kepala Densus 88 Antiteror.

Rotasi ini berdasarkan surat telegram Kapolri Nomor ST/261/II/2017 tertanggal 3 Februari 2017. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul menjelaskan surat telegram Kapolri terkait rotasi jabatan kali ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi.

"Ini pengembangan dan penyegaran bagi organisasi," kata Martinus di Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat lalu seperti dikutip dari okezone.

Selain itu, perubahan jabatan ini tidak lepas dari penguatan Densus 88 Antiteror Polri yang dinyatakan dalam Rapim Polri beberapa waktu lalu. Di mana ada beberapa organisasi Polri yang ditambah ada juga beberapa jabatan yang dihilangkan.

Brigjen Muhammad Syafii memiliki prestasi luar biasa sebagai berikut:

Penangkapan Tommy Soeharto

Tahun 2001, Syafii yang merupakan anggota Tim Kobra berhasil menangkap Tommy Soeharto. Berkat sukses menangkap Tommy, Syafei termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Penangkapan Imam Samudra

Syafei juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Ditserse Polda Metro Jaya, yang menangkap teroris Imam Samudra di Pelabuhan Merak, Banten, 21 November 2002.

Penangkapan Dr Azhari

Syafei pula termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Polda Metro Jaya, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.