Saturday, 27 May, 2017 - 10:45

Perkembangan HIV/AIDS di Palu Mengkhawatirkan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Royke Abraham. (Foto : Surahmanto S/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu dr. Royke Abraham mengungkapkan pengobatan bagi pengidap penyakit HIV/AIDS harus ditangani sedini mungkin. Kata dia, obat untuk HIV/AIDS belum ditemukan, karena perkembangan virus HIV/AIDS belum bisa dimatikan.

“Virus HIV/AIDS belum bisa dimatian secara tuntas, namun dengan obat tersebut bisa mengontrol perkembangan virus, agar memperpanjang proses virus HIV menjadi AIDS,” ungkapnya di Palu, Kamis, 2 Maret 2017.

“Pengidap HIV/AIDS harus mau diobati secara dini agar perkembangan virus melambat. Upaya itu juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat. Karena sudah terbukti, hal itu bisa memperpanjang perkembangan virus lebih dari 10 tahun,” sambungnya.

Royke mengungkapkan data pengidap HIV/AIDS di Palu pada 2016 mencapai 94 kasus, sedangkan 2017, dalam kurun waktu tiga bulan, mencapai 21 kasus.

Royke mengatakan penularan HIV/AIDS mudah dihindari, jika menjalani hidup sehat.

“Penularan HIV/AIDS melalui hubungan intim dengan berganti-ganti pasangan, melalui darah, penggunaan jarum suntik yang berulang-ulang dan melalui ibu hamil. Jadi, mudah untuk tidak terjangkit HIV/AIDS, jika kita mau menghindari beberapa hal tersebut,” katanya.

“Hanya saja ketika sudah terkena penyakit HIV/AIDS memang daya tahan tubuh berperan penting untuk memperpanjang proses virus berkembang. Jika daya tahan tubuh menurun, segala penyakit mudah untuk berkembang,” sambungnya.

Kata dia, perkembangan virus HIV ke AIDS memiliki jangka waktu yang beragam, biasanya dari 5 hingga 10 tahun, namun jika daya tahan tubuh kuat, bisa mencapai lebih dari 10 tahun.

Royke mengungkapkan jika penderita HIV/AIDS melakukan pengobatan secara tepat, kemungkinan memperpanjang usia semakin besar.

“Kalau pengidap HIV/AIDS positif mau mencanangkan pengobatan secara terencana dengan menggunakan obat anti retroviral HIV/AIDS, sebenarnya bisa membuat perkembangan virus menjadi lebih panjang. namun harus diatasi sejak dini pada saat sudah diketahui bahwa seseorang tersebut positif HIV/AIDS,” katanya.

Royke mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi ke seluruh pihak, baik pelajar hingga ke masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.

“Kami sudah membuka klinik-klinik Infeksi Menular Seksual (IMS) pada seluruh Puskemas di Palu, sehingga masyarakat bisa memeriksakan diri untuk mengetahui apakah positif HIV/AIDS atau tidak,” ungkapnya.

“Pengobatan kami lakukan secara gratis, sehingga masyarakat harus mau untuk membuka diri melakukan pemeriksaan, apalagi kami merahasiakan identitas pasien,” lanjutnya.


Editor : M Yusuf BJ

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.