Saturday, 27 May, 2017 - 10:49

Perlu Sarana Agama di Telaga Tambing

Wisawatan mancanegara dan sejumlah wisatawan lokal tengah mengambil obyek foto burung-burung yang terbang dihutan pinggiran Telaga Tambing di lokasi Taman Nasional Lore Lindu, Minggu (11/1/2016). (Foto : Metrosulawesi/Eddy)

“Pemenuhan sarana dan prasana dalam pengembangan objek wisata alam terbuka tersebut harus dilengkapi dengan sarana ibadah masing-masing agama. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan pengunjung atau masyarakat yang datang ke lokasi tersebut, yang tidak menutup kemungkinan akan mencari tempat ibadah,” - Prof. DR. H. Zainal Abidin M. Ag, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu -

Palu, Metrosulawesi.com - Salah seorang tokoh agama Islam Sulawesi Tengah, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag, meminta kepada Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL), untuk memperhatikan aspek agama warga setempat dan para pelancong.

Pengembangan objek wisata alam terbuka Telaga Tambing, yang terletak di antara Desa Dongi - Dongi dan Desa Sedoa Kabupaten Poso, harus memperhatikan aspek agama, katanya di Palu, Selasa (12/1/2016) seperti dikutip Antara.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu menyebutkan, aspek agama perlu mendapat perhatian guna mengakomodir kebutuhan umat pemeluk masing-masing, khususya yang berkunjung ke lokasi wisata tersebut.

Ia menyatakan, pemenuhan sarana dan prasana dalam pengembangan objek wisata alam terbuka tersebut harus dilengkapi dengan sarana ibadah masing-masing agama.

Hal itu, sebut dia, untuk memenuhi kebutuhan pengunjung atau masyarakat yang datang ke lokasi tersebut, yang tidak menutup kemungkinan akan mencari tempat ibadah.

Pengelolaan untuk pengembangan yang lebih baik pada Telaga Tambing harus mengakomodir aspek keagamaan, ungkap Prof. Zainal Abidin M. Ag.

Pemenuhan aspek agama dalam pengembangan Telaga Tambing, kata dia, merupakan salah satu bentuk pelayanan dari sisi keagamaan, yang diperlihatkan oleh BTNLL kepada masyarakat dilokasi tersebut.

Kepala Seksi Wilayah III Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Fery A.M Miu, mengatakan bahwa ke depan pihaknya berencana membangun dan menyediakan sarana prasana fisik untuk kepentingan pengembangan wisata di Telaga Tambing.

Pihaknya akan membangun kolam renang, penginapan sebanyak 3 unit, yang dapat difungsikan oleh pengunjung dan para peneliti di TNLL, serta penambahan toilet dan kamar mandi bagi pria dan wanita.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan berupaya untuk memenuhi kebutuhan pengunjung lewat ketersediaan sarana prasarana dari sisi keagamaan, yaitu dengan menyediakan tempat ibadah. (Ant/bn)

BTNLL Terapkan 3 Pelayanan di Telaga Tambing

Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNL),  menerapkan tiga pelayanan yakni keamanan, kenyamanan dan keselamatan kepada pengunjung wisata alam Telaga Tambing di selatan Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

"Prinsipnya kami berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan pengunjung, dengan menerapkan tiga bentuk pelayanan tersebut," kata Kepala Seksi Wilayah III Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Fery A.M Miu, di telaga Tambing.

Fery mengatakan, keamanan merupakan hal terpenting dan sangat urgen, yang harus diberikan kepada pengunjung dilokasi wisata tersebut.

Jika pengunjung tidak merasa aman di lokasi wisata yang terletak di ketinggian 1.600 meter dari permukaan laut (MDPL) itu, maka tidak akan berlama-lama dan bahkan tidak akan kembali lagi.

Pihaknya menggandeng masyarakat Desa Dongi-Dongi, dan Desa Sedoa Kecamatan Wuasa Kabupaten Poso sebagai masyarakat yang dengan lokasi wisata tersebut, dalam menciptakan keamanan.

Dirinya menyebutkan, jika keamanan telah tercapai dan dapat diwujudkan serta dirasanakn oleh pengunjung, maka kenyamanan dan keselamatan pengunjung diwisata tersebut akan mengikut.

"Yang paling utama adalah keamanan, jika keamanan telah terwujud maka pelayanan lain akan mengikut," sebutnya.

Sementara ini, kata dia, belum perilaku warga masyarakat sekitar lokasi wisata yang mengganggu keamanan para pengunjung.

Pihaknya selalu intens membangun komunikasi dengan masyarakat didua desa tersebut untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pengunjung lokasi wisata Telaga Tambing. (Ant/bn)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.