Saturday, 22 September, 2018 - 05:49

Persoalan Perlengkapan Paskibraka Kembali Terulang, Dispora Sulteng tak Profesional

Mardiansyah. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Persoalan perlengkapan personil Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Sulteng yang akan bertugas mengibarkan bendera merah putih di Halaman Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada 17 Agustus mendatang kembali terulang.

Pada 2017 lalu, Dispora Sulteng juga tidak becus dalam menyiapkan perlengkapan Paskibraka, sebab hingga H-3 sebelum pelaksanaan HUT RI saat itu beberapa perlengkapan personil perempuan Paskibraka seperti sepatu dan topi, belum tersedia.

Kali ini, persoalan terletak diseragam yang akan digunakan personil Paskibaraka dimana sebagian baju Paskibraka laki-laki tidak pas dengan ukuran badan mereka. Selain itu, sebagian persoalan terletak diukuran lengan baju yang terlihat kekecilan dan beberapa lambang Paskibraka salah penempatan. Atas hal itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng selaku yang menangani pengadaan seragam Paskibraka tersebut terkesan tidak profesional.

Plt Kepala Dispora Sulteng Mardiansyah tak menampik tudingan yang dialamatkan kepada instansinya meskipun ia awalnya mengaku belum mengetahui persoalan perlengkapan personil Paskibraka yang kembali terulang. Mardiansyah memaklumi jika Dispora Sulteng dikatakan tak profesional akibat persoalan perlengkapan personil Paskibraka tersebut.

“Jelas itu, karena akibat persoalan itu bisa-bisa tudingan masyarakat akan seperti itu, saya tidak menyalahkan masyarakat karena tudingan tersebut sesuai kenyataan,” ujar Mardiansyah kepada Metrosulawesi, Selasa, 14 Agustus 2018.

Dia menjelaskan pengadaan perlengkapan Paskibraka sepenuhnya tanggungjawab Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Sulteng. Secara pribadi Mardiansyah menyesalkan persoalan perlengkapan personil Paskibraka yang kembali terulang.

“Sebenarnya jauh-jauh hari sudah saya sampaikan sama Kepala Bidang Kepemudaan tolong diperhatikan perlengkapan personil Paskibraka, karena ini menjadi perhatian masyarakat, tapi ini terulang kembali. Saya akan panggil kepala bidang kepemudaan untuk menjelaskan persoalan ini,” jelasnya.

Berdasarkan penjelasan kepala bidang kepemudaan, diakui memang ada beberapa seragam Paskibraka dalam kondisi kekecilan. Namun kesalahan itu kata Mardiansyah sudah ditangani penjahit seragam tersebut. Dia menjamin persoalan seragam tidak akan menghambat personil Paskibraka dalam menjalankan tugas memngibarkan sang saka merah putih pada HUT Proklamasi RI ke-73.

“Sudah diupayakan, pihak penjahit siap bertanggungjawab, Insya Allah saat personil Paskibraka masuk karantina seragam itu sudah selesai. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi dikemudian hari,” tandas Mardiansyah.


Editor: M Yusuf Bj