Friday, 20 April, 2018 - 14:33

Pertemuan Deadlock, Calon Jamaah Umrah Abu Tours Akan Tempuh Langkah Hukum

TAK BUAHKAN HASIL - Calon Jamaah Umrah Abu Tours saat mengikuti pertemuan di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Senin, 19 Maret 2018. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pertemuan antara puluhan calon jamaah umrah dengan pihak Abu Tours di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Senin 19 Maret, tak membuahkan hasil. Para jamaah pun akan menempuh langkah hukum.

Pertemuan kali keempat itu, digelar setelah memberi kesempatan ke pihak Abu Tours Palu selama seminggu untuk mencarikan solusi di kantor pusat Abu Tours di Makassar.

Pertemuan tersebut tetap dimediasi oleh pihak Kemenag Sulteng diwakili Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi Haji Arifin, serta Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah di Aula Kemenag Sulteng. Pertemuan itu tampak hadir Plt Abu Tours Cabang Palu, Rahmat Aulia Afif, serta sejumlah kariyawan Abu Tours.

Dalam pertemuan tersebut jamaah mengangap pihak Abu Tours tidak menyanggupi permintaan para jamaah saat pertemuan beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, jamaah menyepakati akan menggugat Abu Tours Cabang Palu secara perdata.

“Kesepakatan kami saat ini yakni ingin melaksanakan penuntutan dalam bentuk hukum perdata. Yang kami tuntut adalah pimpinan utama, pimpinan cabang Palu yang lama. Termasuk kami meminta pertangungjawaban kepada agen-agen atau mintra Abu Tours. Karena agen ini yang lebih banyak menguasai jamaah umrah yang berangkat. Artinya lebih banyak jamaah mendaftar di agen,” jelas salah satu jamaah umrah Abu Tours, H Mansur.

Mansur mengatakan untuk kepentingan gugat perdata itu, para jamaah akan kembali melakukan pertemuan dengan pihak pengacara, untuk membahas masalah ini.

“Kami telah menawarkan ke pihak Abu Tours cabang Palu akan menambah bayaran hingga cukup Rp21 juta atau Rp24 juta. Namun Abu Tours belum menerima usulan kami. Abu Tours tetap meminta Rp15 juta perorang, tetapi kami tidak mampu membayarnya. Sehingga kami meminta dana dikembalikan, tetapi Abu Tours tidak memberikan jaminan dana dikembalikan 100 persen, maka dari itu langkah kami ambil adalah mengugat secara perdata,” ujarnya.

Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumentasi Haji Arifin mengatakan ada dua opsi yang dilayangkan oleh para calon jamaah umrah ke pihak Abu Tours cabang Palu. Yakni, pertama menambah dana Rp21 juta secara proporsional. Atau opsi kedua, mereka ingin dana dikembalikan secara utuh. Dua opsi itu tidak disanggupi oleh pihak Abu Tours sama sekali.

“Abu Tours hanya meminta jamaah umrah bersabar dengan menunggu proses akan diberangkatkan pada Oktober hingga Januari 2019,” katanya.

Arifin mengatakan hingga saat ini, total jamaah umrah Abu Tours se-Sulteng yang belum barangkat sebanyak 1.034 orang.

“Dalam proses dari Januari-Februari kemarin ada 2.352 orang yang diberangkatkan dari 13 kali pemberangkatan yang dilakukan oleh Abu Tours, saya lihat tidak ada satupun jamaah Sulteng diberangkatkan dengan opsi penambahan, berarti yang tidak menambah disuruh bersabar dulu,” jelas Arifin.


Editor: Udin Salim