Saturday, 25 November, 2017 - 11:42

Pertumbuhan Ekonomi Belum Sinergis Dengan UMP

Ibrahim Hafid. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Ibrahim Hafid mengkritik penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang tidak bersinergis dengan pertumbuhan ekonomi.

"Diprediksi Pemerintah Provinsi Sulteng menetapkan UMP tahun 2018 sebesar Rp1.965.232, naik Rp. 157.457 dari UMP 2017 Rp1.807.775. Sementara pertumbuhan ekonomi Sulteng tahunan 2017 berkisar 14 persen dengan rata-rata lebih dari 3 persen per triwulan," ujar Sekretaris Fraksi NasDem tersebut.

Menurut Ibrahim, perhitungan Komponen Hidup Layak (KHL) perlu dievaluasi kembali berdasarkan harga berlaku sebagai variabel mengukur tingkat kebutuhan pekerja secara nyata.

"Aspek paling penting diperhatikan bahwa para pekerja adalah bagian dari jantung yang menggerakan kualitas pertumbunan ekonomi. Pertumbuhan sendiri berimplikasi pada perubahan item kebutuhan tiap pekerja, sehingga aspek KHL harus bisa membaca tanda zaman semacam ini," terangnya.

Ibrahim juga mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi berkualitas, maka human capital juga perlu diberdayakan dengan cara menjamin kenaikan item kebutuhan pekerja menurut harga berlaku.

"Saya kira ada yang keliru dari sistem pengupahan kita, sebab kenaikan upah belum mencerminkan tingkat pertumbuhan ekonomi secara kumulatif," tegasnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.