Friday, 21 July, 2017 - 18:47

Pertumbuhan Usaha Parimo Tertinggi di Sulteng

Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat Kabupaten Parigi Moutong menjadi daerah dengan pertumbuhan usaha tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir melalui hasil Sensus Ekonomi (SE) tahun 2016 dengan 59.456 usaha atau sebesar 17.30 persen.

"Untuk Kota Palu sebagai pusat pemerintah provinsi berada di urutan ke dua dengan 46.164 usaha atau sebesar 13,43 persen," kata Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar yang dihubungi dari Palu, Rabu 28 Juni 2017.

Faizal merincikan dari 13 kabupaten dan kota di Sulteng, pertumbuhan usaha yang berada di atas 10 persen yakni Kabupaten Banggai dengan 41.062 usaha atau sebesar 11,95 persen serta kabupaten Donggala dengan 37.112 usaha atau sebesar 10,8 persen.

Sementara itu, sembilan kabupaten lainnya berada pada pertumbuhan usaha di bawah 10 persen yakni Kabupaten Tolitoli dengan 25.848 usaha atau 7,52 persen, Kabupaten Sigi dengan 23.410 usaha atau 6,81 persen, Kabupaten Poso dengan 21.028 usaha 6,12 persen.

Selanjutnya Kabupaten Tojo Una-Una dengan 19.393 usaha atau 5,64 persen, Kabupaten Banggai Kepulauan dengan 17.192 usaha atau lima persen, Kabupaten Morowali dengan 17.021 usaha atau 4,95 persen, Kabupaten Buol dengan 14.525 usaha atau 4,23 persen, Kabupaten Morowali Utara dengan 12.451 usaha atau 3,62 persen.

"Paling rendah yakni Kabupaten Banggai Laut dengan 9.043 usaha atau 2,63 persen," ujarnya.

Lebih lanjut kata Faizal, jika dilihat dari struktur aktivitas ekonomi utama di enam daerah tersebesar pertumbuhan usahanya, masih didominasi oleh aktivitas perdagangan, industri pengolahan serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum.

BPS Sulteng mencatat pertumbuhan usaha dari SE 2016 sebanyak 343.705 usaha atau tertinggi dari 34 provinsi se Indonesia. Dari total usaha itu, diluar pertanian atau naik sebesar 77,51 persen dari SE2006 sebanyak 193.626 usaha. (ant)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.