Sunday, 17 December, 2017 - 16:00

Perusahaan Sawit Di Sulteng Serobot Lahan Transmigrasi

Jumpa pers YTM dan Jatam. (Foto : Dok)

Palu, Metrosulteng.com - Perusahaan kelapa sawit milik PT. Kurnia Luwuk Sejati (KLS) yang menguasai 1.300 hektare izin Hutan Tanaman Industri (HTI)  dan 6.010 hektare Hak Guna Usaha (HGU) yang masuk dalam wilayah 17 desa di Kecamatan Toili dan Toili Barat telah menyerobot lahan transmigrasi dan petani itu menjadi perkebunan sawit.

Dalam jumpa pers bersama Yayasan Tanah Merdeka (YTM)  dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kamis, (28/8/2014), di kantor AJI Palu mengungkapkan, perusahaan milik konglomerat Murad Husain yang berdiri sejak tahun 1995 itu menyerobot 275 hentare lahan petani di desa Pionde dan 1.000 hektar di Desa Bukit Jaya yang merupakan lahan transmigrasi yang berasal dari Jawa dan Bali yang datang di Toili, Banggai sejak tahun 1982-1986.

“Sejak kehadiran perkebunan sawit juga seiring dengan perampasan tanah transmigran dan petani lokal, selain itu juga telah menyebabkan hilangnya kawasan hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan para petani. Sawit telah membuat sungai menjadi kering, padahal petani sangat membutuhkannya untuk pengairan sawah, dan kebutuhan hidup sehari-hari,”  kata  Direktur Jatam Syahrudin A. Douw, Kamis, (28/8/2014).

Kasus tersebut telah dilaporkan para petani ke Mapolres Banggai dengan Laporan Polisi No: STPL/183/III/2010/Sulteng/Res Banggai, tertanggal 17 Maret 2010. Hingga saat ini, polisi tak melakukan tindakan hukum atas laporan tersebut.(***)

Editor : Subandi Arya

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.