Saturday, 19 August, 2017 - 00:36

PGM Berlakukan Test Urin Bagi Karyawan

Acara workshop BNN Palu di salah satu hotel di Kota Palu. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Perwakilan Manajemen Palu Grand Mall, Dody mengatakan untuk mendukung program  Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) pihaknya akan melakukan test urin dalam penerimaan karyawan.

“Kami akan memprogramkan dan memberlakukan tes urin di setiap penerimaan karyawan. Kami juga akan membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas) sebagai perpanjangan tangan BNN Kota Palu,” kata Dody dalam acara workshop BNN Kota Palu di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis 11 Agustus 2016.

Selain itu, kata Dody, pihaknya juga akan memasang iklan imbauan Anti Narkoba di Bioskop XXI.

“Sehingga siapapun yang nantinya masuk menonton di bioskop akan melihat iklan himbauan itu. Kami juga akan memasang spanduk PGM Kawasan Bebas Narkotika. Kami juga akan berusaha dalam waktu tertentu akan menggelar sosialisasi bahaya narkotika kepada seluruh karyawan PGM secara bergilir,” tegasnya.

Program tersebut mendapatkan tanggapan positif Kepala BNN Kota Palu AKBP Sahidi.

“Silahkan Manajemen PGM untuk merekrut 11 orang sebagai personil Satgas tersebut serta mempersiapkan waktu untuk pelantikan. Untuk materi Iklan dan spanduk yang ingin dipasang nantinya akan dikerjasamakan dengan pihak BNN Kota Palu. Semua program yang dicanangkan sangat bagus dan bisa disinkronkan dengan program BNN Kota Palu,” ungkap Sahidi yang hadir sebagai salah satu pemateri dalam acara tersebut.

Di tempat yang sama, pemateri lainnya yakni akademisi dan praktisi Untad Dr Asep menambahkan, sebagai pusat perbelanjaan modern dan terbesar, PGM harus memfokuskan pada edukasi dan pencegahan narkoba. 

“Dan tentunya menjadi salah satu pusat kunjungan dari berbagai kalangan serta memiliki banyak kepentingan di dalamnya. Sehingga saat dilakukan sosialisasi harus difokuskan pada edukasi dan pencegahan,“ jelasnya.

Selain itu, kata DR. Asep, jika PGM membentuk Satgas Anti Narkoba, maka satgas tersebut harus mampu mengontrol dan mengawasi seluruh stand yang ada di PGM.

“Begitu pula jika nantinya Satgas terbentuk dan bekerja, harus dapat mengakomodir semua stand yang ada. Sebab bisa saja tempat transaksi mereka pada stand-stand tertentu, yang  berada di wilayah tidak mudah terjangkau oleh pandangan mata secara umum,” ungkapnya.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.