Wednesday, 24 May, 2017 - 04:40

PGRI Buol Kumpulkan Guru Bahas Soal Korupsi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buol, Moh Sukarno S Tama. (Foto : Agus Rioeh/ Metrosulawesi)

Buol, Metrosulawesi.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Buol mengumpulkan guru, kepala sekolah dan tenaga administrasi sekolah untuk membahas masalah korupsi. Pertemuan yang digelar dalam bentuk seminar sehari diselenggarakan di Aula MAN Kecamatan Biau Kabupaten Buol, Minggu 7 Mei 2017.

Seminar yang diikuti 110 peserta dari 11 kecamatan di Kabupaten Buol menghadirkan pemateri Kejari Buol, Kapolres Buol, Inspektorat Buol.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buol Moh Sukarno S Tama dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan, selayaknya dan sangat tepat salah satu langkah kongkret dari pengurus dan anggota PGRI Buol menggelar pertemuan dalam bentuk seminar ini.

Kegiatan ini, kata dia sebagai upaya untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan sekolah. Sukarno S Tama mengatakan, pencegahan korupsi bukan hanya semata-mata dilakukam oleh KPK, maupun penegak hukum lainnya. Namun harus dimulai dari kesadaran diri sendiri.

Menurutnya, banyak potensi praktek-praktek penyimpangan yang terjadi dalam pengelolaan dana sekolah. “Untuk itu kami harapkan mulai saat ini kita berniat dan memiliki komitmen untuk menjahui tindakan atau perilaku korupsi,” tegas Sukarno S Tama.

Dia juga mengatakan bahwa tata kelola dana sekolah yang baik harus ada kerja sama antara kepala sekolah, guru, tenaga admistrasi, dan komite sekolah sehingga tercipta adanya good village governance.

Disamping itu pula hal ini dapat dipahami melalui formula munculnya perilaku dalam teori TL=DxKxBxI (tingkah laku sama dengan dorongan kali kesempatan kali kebiasaan kali insentif).

Artinya, lanjut Sukarno perilaku korupsi dapat terjadi jika ada dorongan untuk mendapatkan sesuatu yang dikorupsi maupun kesempatan untuk melakukan.

Ketua Kepala PGRI kab. Buol yang juga Camat Lakea Abdulah Lamase mengatakan, tujuan seminar ini menjaga agar guru, kepala sekolah dan tenaga administrasi memahami hukum.  Sekaligus, kata dia mengetahui apa itu tindak pidana korupsi dan bagaimana bila terlibat.

Apalagi, kata dia beberapa sumber-sumber dana sekolah yang rawan tindak pidana korupsi seperti dana Bansos, dana DAK, dana BOS semuanya ditransfer langsung ke rekening sekolah dari kas daerah. Abdulah Lamase mengingatkan perlunya diketahui penjelasan yang ada kaitanya dengan korupsi yang bisa saja menimpa anggota PGRI.

Disamping permasalahan-permasalahan lain seperti pemahaman substansi pengelolaan keuangan yang belum maksimal di MAN. Pelaksanaan administrasi keuangan di sekolah masih kurang baik sehingga melalui seminar ini diangkat tema “Kriminalisasi dan Penyelamatan Guru”, Ketua PGRI Buol juga mengharapkan kepada pihak kejaksaan, kepolisian dan kepada pihak-pihak lainnya yang ada kaitan dengan penegakan hukum apabila ada anggota PGRI tersandung hukum yang masih bisa diselesaikan di tinggkat PGRI diharapkan jangan dulu dibawa ke ranah hukum.

Hal ini pula telah disepakati sehingga pada 7 Mei 2017 telah dikeluarkan kesepakatan yang ditandatangani oleh dinas instansi terkait, Kejaksaan Negeri Buol, Polres Buol dan Inspektorat serta Kadis Dikbud Buol.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.