Wednesday, 23 May, 2018 - 20:54

Pilih Menteri Atau Gubernur Sulteng?

BERDISKUSI POLITIK – Bendahara Umum DPP Partai Nasdem, HM Ali SE, berdiskusi dengan Komunitas Tadulakota di Palu, Sabtu 14 April. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com – Komunitas Tadulakota melakukan diskusi santai bertajuk “pentingnya politik santun di era milenia” bersama HM Ali SE, Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Diskusi santai bertempat di Cafe M’Bocardo Talise, Kota Palu ini, juga dihadiri mantan Walikota Palu 2 periode, Rusdy Mastura. Selain itu dihadiri Hj Nilam Sari Lawira SP MP. Kemudian, Dr Nur Sangaji moderator kondang perwakilan akademisi memandu diskusi tersebut.

Dalam diskusi santun itu, berbagai kalangan dari lintas politisi, akademisi, pengusaha, perhimpunan pemuda, dan media, tergabung di komunitas tadulakota berdikusi dengan HM Ali.

Salah satu topik diskusi paling ditunggu terkait pernyataan HM Ali, menanggapi pertanyaan dari Komunitas Tadulako tentang keterkaitan dirinya sebagai calon menteri terkuat di kabinet kerja Presiden RI, H Joko Widodo.

Pertanyaan kedua, tentang keterkaitan HM Ali, menuju calon Gubernur Sulawesi Tengah, periode 2020-2025.
Menanggapi hal itu, HM Ali SE, Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah ini tampak tersenyum, mendengar keterkaitan dirinya menjadi menteri kabinet Jokowi, dengan menjadi bakal calon Gubernur Sulteng periode mendatang.

“Soal keyakinan kami (Nasdem) memenangkan Jokowi kembali dua periode menjadi Presiden RI, itu pasti. Akan tetapi, keterkaitan saya menjadi menteri jangan tanya saya dong. Bertanya dengan Pak Jokowi (Presiden), sebab tidak santun lagi ketika saya menjawab sendiri,” ungkap HM Ali, yang juga menjabat sebagai bendahara umum DPP Partai Nasdem itu.

Sementara, menanggapi pertanyaan tentang calon Gubernur Sulteng, Ahmad M Ali, menyebut dirinya munafik, bila menyebut tidak punya keinginan menjadi Gubernur Sulteng periode mendatang. Namun menjadi Gubernur itu, kata dia, harus berbarengan dengan mempersiapkan gagasan. Karena dengan merumuskan gagasan itu, bisa memperoleh pemikiran Visi-Misi yang akan ditawarkan kepada masyarakat nanti.

“Saya harus punya gagasan dong, bagaimana cara pandang berpolitik sehingga diterima masyarakat Sulteng. Kemudian menawarkan gagasan itu demi menyejahterakan masyarakat,” terangnya.

Sebelum menyatakan maju sebagai calon gubernur, ide gagasan untuk menyejahterakan masyarakat itu, harus diuji publik. Apakah memenuhi syarat atau tidak. Hasil dari uji publik itulah kemudian akan bisa disimpulkan layak maju menjadi Gubernur Sulteng atau tidak. Karena keputusan memilih berada di tangan  masyarakat Sulteng.

“Saya pun menyampaikan ke masyarakat Sulteng, ya, tolong yang dipilih jangan HM Ali-nya. Tapi kalian harus pilih itu, adalah pola pikir-nya. Ketika itu mendapat respons baik, dengan ucapan bismillahirahmanirrahim, saya pastikan maju menjadi Gubernur Sulteng,” pungkasnya. (fir/eddy)


Editor: Udin Salim