Saturday, 25 November, 2017 - 04:28

Pilkada Banggai Diduga Sarat Money Politic

LAPORKAN MONEY POLITIC - Tim pemenangan calon bupati Ma'mun Amir dan calon wakil bupati Batia Sisilia Hadjar melaporkan indikasi money politik yang dilakukan pasangan calon nomor urut tiga Herwin Yatim-Mustar Labolo ke Panwaslih Kabupaten Banggai, Jumat (11/12/2015). (Foto : Ist)

Warga Melapor ke Panwaslih

Luwuk, Metrosulawesi.com - Hanya karena ingin merebut kekuasaan di daerah, pasangan calon bupati Herwin Yatim dan calon wakil bupati Mustar Labolo diduga telah mengekploitasi pilihan rakyat dengan cara-cara di luar kepantasan berdemokrasi.

Klaim keunggulan pasangan dengan tagline Win-Star itu dicederai dengan dugaan membeli suara rakyat senilai Rp 50 ribu perorang. Fakta tersebut terungkap setelah tim pemenangan pasangan calon bupati Ma’mun Amir dan calon wakil bupati Batia Sisilia Hadjar menemukan bukti adanya money politic pada pilkada Banggai yang dilakukan pasangan calon nomor urut tiga Herwin-Mustar.

“Seperti yang sebelumnya kami sampaikan bahwa ada dugaan money politic pada pilkada Banggai, hari ini kami buktikan bahwa money politic itu dilakukan oleh pasangan calon nomor urut tiga,” tandas Wakil Sekretaris Koalisi Mutiara Banggai Zulharbi Amatahir usai melaporkan praktek money politic yang dilakukan paslon nomor tiga pada Panwaslih Kabupaten Banggai, Jumat (11/12/2015) lalu.

Ia menyatakan, laporan yang disampaikan ke Panwaslih adalah praktek money politic yang dilakukan paslon nomor urut tiga di Kelurahan Soho, Kecamatan Luwuk. Dalam laporan dengan nomor register 23/LP/Pilkada/XII/2015 tanggal 11 Desember 2015, pelapor Bustamin selaku tim pemengan Mutiara melaporkan AN Nonsi yang melakukan money politic di Kelurahan Soho terhadap empat warga di kelurahan itu senilai Rp 50 ribu perorang.

Barang bukti berupa uang pecahan Rp 50 ribu saat ini tengah berada di Panwsalih Banggai. Keempat warga tersebut telah membuat pengakuan di atas materai. Dalam laporan tersebut, warga diberikan uang dengan konpensasi agar memilih paslon nomor tiga, sehari sebelum voting day 9 Desember 2015 lalu.

“Laporan ini bagian pertama yang kami sampaikan ke panwaslih, masih banyak lagi laporan money politic yang dilakukan paslon nomor urut tiga di sejumlah wilayah. Perbuatan ini dilakukan paslon nomor urut tiga secara masif,” tandas Zulharbi.

Terpisah, Anggota Panwaslih Kabupaten Banggai Boby Dayanun membenarkan adanya laporan tim pemenangan Mutiara terkait money politic yang dilakukan paslon nomor urut tiga Herwin-Mustar.

“Laporannya sudah masuk, materinya sedang kami dalami apakah masuk dalam sengketa pilkada, pelanggaran, pidana pilkada atau pelanggarana dministrasi.Semuanya masih didalami, kami juga akan memanggil saksi dan terlapor untuk diklarifikasi,” tutur Boby, Jumat (11/12/2015).

Money politic yang dilakukan pasangan Win-Star ini di luar dugaan. Pasalnya di setiap kampanye calon bupati Herwin Yatim kerap menyuarakan menolak adanya politik uang yang diberikan pada rakyat. Pernyataan yang sama juga pernah disampaikan calon wakil bupatinya Mustar Labolo.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.