Monday, 20 November, 2017 - 02:14

Pilkada Damai di Poso Harga Mati

PILKADA DAMAI - Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Poso saat mengikuti deklarasi damai. (Foto : Wawan)

Kandidat Harus Komitmen Memegang Pakta Integritas 

Poso, Metrosulawesi.com - Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 7 kabupaten, 1 kota dan gubernur di Sulawesi Tengah menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama pilkada di bekas daerah konflik Kabupaten Poso yang diharapkan bisa berjalan aman dan damai. 

Praktisi hukum Kabupaten Poso Azriadi Bahri Malewa, Senin (31/8/2015) mengaku, pilkada damai di Poso merupakan harga mati yang harus dijaga bersama-sama oleh para kandidat dan tim suksesnya. Oleh karena itu, Deklarasi Pilkada Damai yang digelar KPU Poso beberapa waktu lalu harus menjadi pegangan para kandidat untuk menjaga komitmen tersebut.

Seperti diketahui, Deklarasi kampanye damai yang di gelar di lapangan alun-alun Sintuwu Maroso, Kamis (27/8/2015) lalu, dihadiri oleh tiga pasangan calon yang ditetapkan KPU Poso sesuai dengan nomor urut masing-masing.  Dimana no urut satu pasangan, Amdjad Lawasa-Max Kaiya, no urut dua pasangan Frany Jaru’u-Abdul Gani serta no tiga pasangan Wirabumi Kaluti–Yohanes Krisnajaya Saiban.

Dalam deklarasi damai itu, ratusan massa pendukung dari tiga  pasangan calon bupati dan wakil bupati Poso yang telah ditetapkan ikut meramaikan acara deklarasi kampanye damai. Selain menggelar deklarasi, kampanye damai secara bersama-sama, seluruh pasangan calon juga ikut menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan Pilkada Poso yang aman dan damai.

Dimana dalam deklarasi dan penandatanganan pakta integritas itu juga melibatkan unsur Polri, TNI, Panwas, DPRD dan pihak Pemerintah Daerah Poso.

Ketua KPU Kabupaten Poso Taufik Hidayat menyampaikan, untuk selalu bersama-sama menjaga sikap dan tidak melakukan kampanye hitam atau menjatuhkan salah satu pasangan calon.

Kata Taufik, jika deklarasi damai dan penandatanganan pakta integritas tersebut merupakan komitmen bersama, demi untuk menciptakan pelaksanaan pilkada Poso yang berlangsung aman dan tertib.

"Secara resmi kita mulai kampanye dan sekaligus kita gelar deklarasi kampanye  damai untuk tiga  pasangan calon bupati dan wakilnya, marilah kita memelihara persatuan dan kesatuan, dimana kampanye nantinya jangan hanya semata-mata digelar untuk mengejar kursi yang terhormat, tapi sebagai titik tolak untuk kepentingan masyarakat Poso yang lebih bermartabat," ungkap Taufik.

Usai menandatangani pakta integritas dari ke tiga pasangan calon, dilanjutkan dengan mengucapkan deklarasi secara bersama-sama dihadapan KPU, Panwas dan seluruh para pendukung. Dimana mereka sepakat untuk mentaati dan menjalankan 7 poin isi pakta integritas. Salah satunya sepakat untuk memberikan ruang informasi secara terbuka, transparan kepada seluruh media cetak ataupun elektronik hingga proses pilkada di Kabupaten Poso selesai. (wan/bn)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.