Friday, 15 December, 2017 - 22:09

PILKADA SERENTAK - Gugatan ke MK Jadi Enam Kabupaten

ILUSTRASI - Gugatan ke MK. (Grafis : Metrosulawesi/Agung Rifai)

MEREKA MENGGUGAT:
  • Idham Ibrahim-Heymans Larope (Pilkada Morowali Utara)
  • Husen Habibu-Enos Pasaua (Pilkada Sigi)
  • Sofyan Kaepa-Trin Lulumba (Banggai Laut)
  • Makmun Amir-Batia Sisilia Hadjar (Pilkada Banggai)
  • Sofhian Mile-Sukri Djalumang (Pilkada Banggai)
  • Frany Djaruu-Abd Gani T Israil (Pilkada Poso)
  • Amran Hi Yahya dan Zainal M Daud (Pilkada Tolitoli)

Palu, Metrosulawesi.com - Gugatan pilkada di Sulawesi Tengah yang didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) bertambah menjadi enam kabupaten yakni Morowali Utara, Sigi, Banggai Laut, Banggai, Poso, dan Tolitoli.

Berdasarkan laman Mahkamah Konstitusi hingga Senin (21/12/2015) malam, dari 126 gugatan peselisihan hasil pilkada yang didaftarkan ke MK, hanya enam dari Sulawesi Tengah.

Sedangkan Palu, Tojo Unauna, dan pilkada gubernur dan wakil gubernur belum tampak di laman tersebut.

Ketua KPU Kota Palu Marwan P Angku mengatakan, jika tak ada gugatan pihaknya menjadwalkan rapat pleno penetapan Hidayat-Sigit Purnomo Said sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota terpilih di pilkada 2015, Selasa (22/12/2015).

Rapat pleno terbuka penentapan pemenang akan dilaksanakan di Grand Duta Hotel, Palu pukul 16.00 Wita.

"Kita tunggu hingga jam 17.10 Wita, jika tidak ada. Maka kita laksanakan rapat pleno," ujar Marwan di ruang kerjanya, Senin (21/12/2015) siang.

Diketahui, MK menerima permohonan gugatan hasil pilkada dengan batas waktu 3x24 jam sejak diumumkan perolehan suara hasil pemilihan oleh masing-masing KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota.

KPU Palu sendiri telah rapat pleno rakapitulasi hasil suara pilkada kota Palu pada 18 Desember. Artinya, batas waktu pengajuan gugatan sampai 21 Desember 2015.

Adapun perolehan suara terbanyak di pilkada Kota Palu diraih oleh pasangan nomor urut 1 Hidayat-Sigit Purnomo dengan 54.895 suara.

Sementara itu, untuk pilgub Sulteng, Komisioner KPU Sulawesi Tengah Muhammad Ramlan Salam mengatakan, pihaknya menunggu pemberitahuan resmi dari MK melalui KPU RI. Jika sampai batas waktu yakni 3X24 jam setelah pleno perolehan suara tidak ada gugatan, maka akan ditetapkan calon terpilih.

“Pleno rekapitulasi perolehan suara ditandatangani pada tanggal 19 Desember 2015. Artinya, sesuai aturan 3X24 jam maka kita tunggu sampai 22 Desember 2015,” kata Ramlan Salam kepada Metrosulawesi, Senin (21/12/2015).

Adapun peraih suara terbanyak di pilgub Sulteng yakni pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Longki Djanggola-Sudarto.

Gugatan ke MK

Sebagaimana dilansir di laman Mahkamah Konstitusi, gugatan untuk Pilkada Kabupaten Morowali Utara diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Idham Ibrahim-Heymans Larope.
Pasangan yang diusung PDIP, Partai NasDem, dan PAN ini adalah peraih suara terbanyak kedua setelah Aptripel Tumimomor dan Moh Asrar Abd Samad.

Sedangkan untuk pilkada Sigi, gugatan diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati usungan PKB dan Hanura yakni Husen Habibu-Enos Pasaua.

Sama dengan Morowali Utara, Husen Habibu-Enos Pasaua juga peraih suara terbanyak kedua di pilkada. Diketahui di Sigi, peraih suara terbanyak diperoleh pasangan calon Mohamad Irwan dan Paulina.

Adapun di Kabupaten Banggai Laut, gugatan diajukan oleh pasangan calon bupati dan wakil bupati Sofyan Kaepa-Trin Lulumba. Pasangan ini menggugat pilkada yang dimenangkan oleh pasangan calon Wenny Bukamo dan Hj Tuty Hamid.

Tiga daerah lainnya Banggai, Poso, dan Tolitoli. Pilkada Banggai digugat sekaligus oleh dua pasangan yang kalah jumlah perolehan suara yakni pasangan Makmun Amir-Batia Sisilia Hadjar dan pasangan Sofhian Mile-Sukri Djalumang.

Diketahui, dari tiga pasangan yang bertarung di pilkada Banggai, pasangan Herwin Yatim-Mustar Labolo yang diusung PDI Perjuangan dan Demokrat itu meraih suara terbanyak.

Sementara itu pilkada Poso digugat oleh pasangan calon yang diusung Partai Demokrat Frany Djaruu-Abd Gani T Israil. Diketahui, di pilkada Poso peraih suara terbanyak pasangan Darmin A Sigilipu-Samsuri.

Sedangkan untuk Tolitoli digugat oleh peraih suara terbanyak kedua yakni pasangan calon Amran Hi Yahya dan Zainal M Daud.

Pasangan ini kalah perolehan suara dari petahana Moh Saleh Bantilan-Abdul Rahman. Adapun pilkada Tolitoli diikuti oleh empat pasangan calon. (zal/hen)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.