Monday, 23 July, 2018 - 23:58

Pimpin Ipemi Sigi, Hj Nia Fokus pada Peluang Usaha

KIRI KE KANAN - Ketua Ipemi Sigi Hj Wahdaniyah, Sekretaris Ipemi Sigi Hj Laila, Ketua Ipemi Sulteng Ita Puspita SH, dan Bendahara Ipemi Sigi Syuhoriah seusai pelantikan pengurus Ipemi Sigi di Hotel Mercure, Palu, Kamis 8 Maret 2018. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Kabupaten Sigi secara resmi dilantik di Hotel Mercure, Palu, Kamis, 8 Maret 2018.

Pelantikan pengurus Ipemi Kabupaten Sigi itu sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Ipemi Morowali dan Pengurus Ipemi Banggai Kepulauan (Balut).

Pengurus Ipemi Sigi yang dilantik oleh Ketua DPW Ipemi Sulteng, Ita Puspita SH, diantaranya, menjabat sebagai Ketua Hj Wahdaniyah. Kemudian Sekretaris dijabat Hj Laila, dan Bendahara Syuhoriah.

Ketua Ipemi Sigi, Hj Wahdaniyah, kepada Metrosulawesi, mengatakan setelah dilantik memimpin organisasi Ipemi di Sigi, segera membentuk struktur organisasi bagi wadah pengusaha muslimah itu secepat mungkin.

“Insya allah akan ada pelantikan struktur Ipemi Sigi berikutnya di kantor Bupati Sigi, di Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru. Struktur Ipemi Sigi semakin lengkap dan siap bekerja dengan maksimal nantinya,” ungkapnya.

Hj Nia sapaanya, yang juga menjabat Wakil Ketua Gerindra Sigi ini menambahkan, setelah struktur Ipemi Sigi lengkap maka program kerja ke depan akan disinergikan dengan program Ipemi Sulteng.

“Namun yang berbeda dengan program daerah lain, yakni kami Ipemi Sigi tetap fokus melihat peluang usaha di sini,” terang wanita kelahiran Dolo tersebut.

Menurutnya, potensi Kabupaten Sigi tidak luput dari pantauan Ipemi nantinya. Hanya saja potensi itu berdasarkan pemetaan wilayah Sigi sendiri. Misalnya, bicara tentang kuliner maka wilayah Dolo yang paling berpotensi dijual adalah kuliner masakan ikan tawar. Sebaliknya di Biromaru, yang berpotensi dipasarkan ke luar daerah tentunya kuliner ayam bakar Biromaru.

Dia menjelaskan, selain kuliner itu tentu ada potensi lain yang akan dikelola di Kabupaten Sigi ini. Diantaranya cagar alam yang mempesona dan hasil produktivitas pertanian. Menurutnya, permandian air panas di Bora, dan air terjun Mantikole tetap menjadi idola para pelancong. Begitu pun hasil pertanian seperti bawang goreng Sigi yang cukup terkenal.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin melakukan terobosan baru untuk Sigi. Namun yang kami lakukan ini hanya dimulai di wilayah lembah Sigi terlebih dahulu,” pungkasnya. 


Editor: Syamsu Rizal

Tags: