Sunday, 23 September, 2018 - 13:13

Pindah Partai Jadi Caleg, Anggota DPRD Tidak Wajib Mundur

Naharuddin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Pemilu 2019 mendatang diwarnai dengan pindahnya sejumlah anggota DPRD dari partai lamanya ke partai baru sebagai caleg. Meskipun demikian, Peraturan KPU No 20 tahun 2018, tidak wajibkan anggota dewan tersebut mundur dari DPRD jika tidak di PAW (Pengganti Antar Waktu) oleh partai lamanya.

Komisioner KPU Sulawesi Tengah, Naharuddin menjelaskan, anggota DPRD yang pindah partai wajib melampirkan surat pernyataan mundur dari partai sebelumnya. 

“Pasal 7 ayat 6 PKPU No 201 tahun 2018 menegaskan, calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang dicalonkan oleh partai politik yang berbeda dengan partai politik yang diwakilinya pada pemilu terakhir, tidak diwajibkan mengundurkan diri sebagai anggota DPR, DPRD provinsi atau kabupaten/kota,” kata Naharuddin, Minggu 8 Juli 2018.

Jadi lanjut Nahar sapaan akrabnya, sepanjang anggota DPRD itu tidak di PAW oleh partai lamanya, tidak diwajibkan mengundurkan diri sebagai anggota DPRD. Tetapi surat pernyataan mundur dari partai lamanya wajib dilampirkan saat menjadi caleg.

Sejumlah anggota DPRD di Sulawesi Tengah nampaknya akan pindah partai pada Pemilu 2019. Dengan tidak wajibnya mundur dari DPRD akan memperlancar proses pindah partai anggota tersebut, karena untuk proses PAW harus melalui sejumlah tahapan di DPRD. Hal ini diyakini memakan waktu cukup lama, sehingga anggota dewan tersebut masih bisa menikmati penghasilannya sebagai anggota dewan.

Sejauh ini yang terang-terangan menyatakan sikap pindah partai yakni anggota DPRD Kabupaten Sigi, Torki Ibrahim Turra, dari PDIP ke Nasdem. Meskipun masuk dalam daftar caleg Nasdem, sejauh ini Torki belum mengajukan pengunduran diri sebagai anggota DPRD Sigi.

 

Editor: Elwin