Wednesday, 26 September, 2018 - 07:13

PKB Sulteng Perkuat Soliditas Hadapi 2019

Hidayat, MSi saat memberi sambutan dalam acara Pendidikan Kader Menengah (PKM) dan Workshop Cara Mudah Menang Pemilu DPW PKB Sulteng, Minggu, 15 April 2018. (Foto: M Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah menggelar Pendidikan Kader Menengah (PKM) dan Workshop Cara Mudah Menang Pemilu di salah satu hotel di Palu, Minggu, 15 April 2018. Acara yang berlangsung selama empat hari ini dibuka secara resmi oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Ali Anshori. Hadir juga dalam acara ini Ketua DPP PKB, Yanuar Prihatin yang sekaligus akan menjadi salah satu pemateri.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKB Sulteng, Hidayat M.Si menekankan perlunya soliditas pengurus dan kader PKB Sulteng untuk menyongsong Pemilu 2019 sehingga PKB menjadi partai pemenang di Sulawesi Tengah.

“Saya berharap kepada bakal calon legislatif untuk mengikuti acara ini dengan serius jika ingin bergabung dalam rumah besar PKB. Saya ingin kita semua masuk PKB dengan hati, tidak hanya jasad. Karena melalui acara ini kita akan memahami apa sebenarnya  Partai Kebangkitan Bangsa. Jangan hanya karena keluarga atau teman kita masuk di PKB,” kata Hidayat M.Si yang juga merupakan Walikota Palu.

Hidayat meminta agar seluruh pengurus dan kader partai untuk solid dan menjalin komunikasi yang baik.

“Ketika saya diberi mandat untuk memimpin PKB Sulteng, maka saat itu, saya berjanji, apapun yang terjadi, saya akan memimpin PKB Sulawesi Tengah dengan segala kekuatan saya, dengan segala upaya saya membangun PKB lebih baik lagi di Sulawesi Tengah,” katanya.

“Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh pengurus dan kader PKB Sulteng tetap solid dan membangun komunikasi yang baik. Dengan itu, Insya Allah, PKB di Sulawesi Tengah akan bangkit dan 
memenangkan pesta demokrasi yang keras di 2019,” jelasnya.

Hidayat mengatakan, saat ini terjadi pergeseran paradigma politik di Indonesia.

“Sebelumnya, paradigma politik di Indonesia masih transaksional dan pragmatis, saat ini masyarakat Indonesia tidak lagi seperti itu. Masyarakat ingin melihat sejauh mana partai tersebut berbuat untuk masyarakat. Ini adalah fakta politik yang terjadi sekarang,” katanya.

“Jangan kecil hati kalau minim materi hadapi pemilu. Namun bekerjalah sungguh-sungguh, semaksimal mungkin turun sosialisasi ke masyarakat, mengetahui keinginan dan kepentingan mereka (rakyat). Insya Allah, rakyat akan mengetahui keseriusan kita semua untuk bekerja memajukan masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah,” tegasnya.

Hidayat mengapresiasi kepada DPP PKB yang telah bersilaturahmi dan mau memberikan ilmunya dalam acara ini.

“Ilmu-ilmu yang kita dapatkan dalam workshop ini Insya Allah bisa membantu dan mendukung PKB Sulteng memenangkan Pemilu 2019,” katanya.

Sementara itu, Wasekjen DPP PKB, Ali Anshori dalam sambutannya sekaligus membuka acara ini menekankan perlunya pengurus, kader dan para bakal calon legislatif PKB Sulteng untuk mengetahui secara matang tantangan-tantangan yang harus dihadapi pada Pemilu 2019.

“Banyak aturan baru dalam Pemilu 2019. Aturan-aturan baru ini harus diketahui dan dijadikan tantangan oleh setiap bacaleg dan pengurus PKB. Misalnya, soal parlementary treshold empat persen. Ini tidak mudah, namun PKB sudah bisa melaluinya. Kemudian, tata cara sosialisasi, dimana setiap bacaleg juga harus mensosialisasikan capres yang diusungnya, dan lainnya,” katanya.

Oleh karena itu, kata Ali Anshori, PKB Sulawesi Tengah harus mempersiapkan segala sesuatunya secara baik menghadapi Pemilu 2019.

“Jangan maju sebagai bacaleg karena pertimbangan uang. Banyak kader PKB yang duduk sebagai anggota legislatif bermodal sangat kecil. Banyak kader PKB yang terpilih karena doa. Karena siapa yang terpilih duduk sebagai anggota legislatif provinsi, kabupaten dan kota adalah ketentuan Allah SWT. Niat dan tekad yang tinggi adalah modal dasar untuk meraih kursi kepemimpinan,” tegasnya.

Ali Anshori berharap dengan dilaksanakannya PKM dan workshop tersebut melahirkan perencanaan yang baik pada setiap daerah pemilihan (dapil) di Sulawesi Tengah.

Dua Posko Cinta Cak Imin akan Berdiri di Kota Palu

KETUA PKB Sulteng, Hidayat M.Si meminta setiap kabupaten kota untuk membentuk Posko Cinta Cak Imin.

“Sesuai instruksi DPP PKB, setiap kabupaten kota minimal satu posko, untuk membentuk Posko Cinta Cak Imin. Insya Allah untuk Kota Palu, dua Posko Cinta Cak Imin akan berdiri. Saya berharap setiap bacaleg bisa membentuk ini, minimal satu Posko Cinta Cak Imin,” ungkapnya.

Hidayat juga menegaskan dirinya akan menyumbang bendera partai untuk PKB Sulawesi Tengah.

“Saat ini saya sementara membuat bendera partai untuk di sumbangkan ke kabupaten kota. Saya akan turun langsung membagikannya,” ungkapnya.