Monday, 18 June, 2018 - 20:01

Pleno Tes Kesehatan Cabup-Cawabup Alot

TERIMA - Ketua KPU Kabupaten Parigi Moutong Amelia idris memperlihatkan surat hasil pemeriksaan tes kesehatan calon bupati dan wakil bupati yang sudah mendaftar di KPU Parimo. Secepatya rapat pleno dilaksanakan untuk segera disampaikan kepada masing-masing calon. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Tim pemeriksa kesehatan bakal calon bupati dan wakil bupati sudah diserahkan kepada KPU masing-masing yakni KPU Parigi Moutong (Parimo), KPU Donggala dan KPU morowali. Sebelum menyerahkan ke KPU, pleno tim pemeriksa berlangsung alot.

Direktur RS Undata, dr Reni Lamadjido saat menyampaikan sambutan dalam penyerahan hasil pemeriksaan kesehatan Pasangan Calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Pilkada serentak 2018, Selasa 16 Januari mengatakan tim pemeriksa menjalankan tugasnya secara profesional sesuai kode etik dokter.

“Pada pleno akhir hasil pemeriksaan berjalan cukup alot, antar dokter saling mempertahankan argumennya. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,” ujar Reni.

Diakuinya saat tes kesehatan berlangsung di RS Undata, terdapat kekurangan ruangan disebabkan bagunan baru RS Undata belum bisa ditempati. Namun kedepan proses tes kesehatan akan berjalan jauh lebih nyaman.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Tim Pemeriksa dr Roberthy D Maelssa SpB, bahwa alotnya pleno pemeriksaan kesehatan karena dokter pemeriksa mempertahankan argumentasinya sesuai hasil pemeriksaan.

Sayangnya dr Roberthy enggan menyampaikan apa isi dari hasil pemeriksaan tim dokter terhadap calon bupati dan wakil bupati. Karena segala sesuatunya sudah diserahkan ke KPU, tinggal KPU yang mengambil keputusan.

Hal pemeriksaan kesehatan hanya menghasilkan dua rekomendasi yakni memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Untuk kemudian ditetapkan siapa yang bakal lanjut dalam proses selanjutnya adalah kewenangan KPU.

Sementara itu, Ketua KPU Parimo Amelia Idris mengatakan langsung menggelar rapat pleno dengan komisaris lainnya setelah menerima hasil pemeriksaan kesehatan calon, karena kesehatan calon merupakan salah satu syarat calon yang harus dipenuhi.

“Penyampaian hasil pemeriksaan syarat calon sesuai tahapan yakni 17-18 Januari 2018. Hasil tes kesehatan ini tentunya akan kami bahas dalam rapat pleno penentuan syarat calon, setelah itu baru disampaikan kepada masing-masing kandidat,” ujar Amelia.

Jika nanti ada kandidat yang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, akan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan, yakni menyerahkan nama penggantinya calon tersebut.

Dia berharap semua tahapan Pilkada serentak 2018 berjalan lancar agar proses pemilihan di Parimo mengahsilkan pemimpin yang terbaik.